Minggu 20 September 2020, 11:15 WIB

Kementan Apresiasi Pengolahan Padi Modern Gapoktan Tri Mulyo Tani

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kementan Apresiasi Pengolahan Padi Modern Gapoktan Tri Mulyo Tani

Ist/Kementan
Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Kementan, Dedi Nursyamsi (kiri) dan Bupati Tuban Fathul Huda.

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) mengapresiasi pengolahan padi modern yang dilakukan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tri Mulyo Tani Tuban di Tuban, Jawa Timur.

Gapoktan Tri Mulyo Tani Tuban telah memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang merupakan salah satu program unggulan Kementan untuk membuat pengolahan padi modern tersebut.

Tentu saja upaya yang sudah dilakukan ini diapresiasi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL). Menurut Mentan, salah satu komitmennya kepada petani dan gapoktan adalah salah satunya melalui KUR selain daripada pemberitan bantuan benih, alat mesin pertanian, asuransi pertanian dan pendampingan yang masif.

"Pada tahun 2020, secara nasional pemerintah menargetkan luas tanam padi 11,66 juta hektar, berpotensi menghasilkan 33,6 juta ton beras. Sementara sasaran luas tanam padi pada musim kemarau hingga september 2020 ini sebesar 5,6 juta hektar," kata Mentan SYL. 

Mentan SYL meminta petani untuk memanfaatkan KUR sebagai modal usaha. "Karena pemanfaatan KUR tidak memberatkan petani dan cara mendapatkannya juga mudah," ujar Mentan SYL. 

Pengolahan padi modern yang dilakukan Gapoktan Tri Mulyo Tani Tuban terungkap saat Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BPPSDMP), Kementan Dedi Nursyamsi melakukan kunjungan kerja ke Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Menurut Nursyamsi, pengolahan padi modern ala Gapokan Tri Mulyo Tani Tuban ini salah satu contoh pengembangan gapoktan di seluruh Tanah Air. 

"Gapoktan ini menggunakan KUR untuk membangun pengilingan ini. Bahkan tadi informasi pengelola bisa menghasilkan beras premium. Saat ini yang jadi masalah masih di pemasaran," jelas Dedi Nursyamsi saat melakukan kunjungan kerja ke tempat tersebut pada Jumat (16/9).. 

"Dan ini semestinya kita semua harus mendukung. Ini adalah contoh pembangunan gapoktan yang mndiri. Dia berani mengambil modal dari KUR kemudian dia mengelola penggilingan ini secara profesional," kata Dedi.

Satu hal yang patut diapresiasi lagi adalah keberanian untuk berinovasi yang dimiliki gapoktan ini. "Pengalaman mungkin belum banyak, tapi keberaniannya luar basa. Itu harus didukung. Di beberapa tempat hal ini didukung oleh pemerintah daerah," tutur Dedi. 

Pada kesempatan itu, Dedi juga meminta kepada Gapoktan Tri Mulyo Tani Tuban untuk menjalin mitra kepada lembaga-lembaga yang bisa menyerap hasil pengolahan organisasi ini. 

"Kami mendorong gapoktan ini membangun mitra-mitra yang memang memerlukan beras, termasuk yang masih memerlukan pecah kulit. Berarti dia membutuhkan giling lagi untuk prosessing. Oleh karena itu, ini perlu di-support agar berkembang lebih pesat lagi," tegasnya.

Kementan sendiri sudah melakukan support melalui program yang sudah direalisasikan sehingga Gapoktan Tri Mulyo Tani Tuban mampu menghasilkan pengolahan padi modern.

"Support-nya sudah melalui KUR. Lalu harus dipikirkan masalah mendesak yaitu pemasaran. Saya berharap tetap tekankan efisiensi karena masih menggunakan jaringan listrik sebagai penggerak mesin. Ini juga sudah bagus karena sekamnya digunakan untuk pmbakaran lagi," ujar Dedi.

Selain efisiensi, Dedi meminta agar Gapoktan Tri Mulyo Tani juga melakukan inovasi terhadap limbah yang dihasilkan seperti katul, dedak dan sekam agar memiliki nilai guna dan nilai tambah. Berkaca dari luar negeri, limbah seperti katul, dedak dan sekam kembali diolah untuk dipasarkan kembali.

"Limbahnya ini seperti katul, dedak dan sekam ini bisa dimanfaatkan. Bahkan di luar negeri hal itu lebih mahal. Harganya bisa lebih dari Rp10 ribu. Katul di sini masih Rp 3.000. Sentuh dengan teknologi. Katul ditambah konsentran yang tepat harganya bisa menjadi Rp6 ribu. Belum dari dedak dan sekam. Ini yang harus ditingkatkan lagi. Fokusnya adalah bisnis," papar Dedi. 

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, Murtadji menerangkan, kabupatennya memiliki program hulu-hilir, di mana gapoktan bisa mendapat pinjaman dari dana dari KUR.

Gapoktan Mulyo Tani, menurut Miutadjji, telah mendapat kucuran dana sekitar Rp10 miliar yang dimanfaatkan untuk pengolahan padi modern. 

"Untuk gapoktan Rp10 miliar dan untuk petani Rp2,7 miliar untuk lahan sampai panen. Hasilnya nanti dibeli oleh gapoktan berupa beras. Alhamdulillah sampai sekarang eksis. Dalam stu hari rata-rata sampai 18 ton. Sebenarnya mampu sampai 30 ton," tuturnya.

Ia mengakui persoalan krusial adalah pemasaran yang masih dalam proses pencarian.

"Ini benar-benar murni dari petani, bukan dari pengusaha. Mudah-mudahan dengan kedatangan kepala badan dan direktur bisa mencari solusi bahwa di Tuban ada Gapoktan menghasilkan beras premium," harap Murtadji.

Murtadji menambahkan, Kabupaten Tuban memiliki 20 Badan Penyuluh Pertanian (BPP). Jika saja tak ada pandemi Covid-19. Murtadji mengaku akan mengagendakan untuk mengumpulkan mereka.

"BPP bisa memberikan energi tambahan untuk para petani. Di sini, penyuluh itu membawahi satu penyuluh  desa. Sebenarnya kan satu penyuluh satu desa," ungkapnya.

Lebih lanjut Murtadji mengungkapkan Petani di Tuban memiliki hubungan yang bagus dengan BPP. Setiap kali ada tekonologi baru, BPP langsung menyampaikan kepada petani. Petani pun dengan antusias mendengarkan paparan BPP mengenai program baru tersebut. 

"Peran BPP sangat dipeerlukan mulai sarana prasarananya, SDM-nya serta penyuluhannya. Permasalahannya hanya satu, di Kabupaten Tuban ini kekurangan tenaga penyuluh. Itu semua perlu waktu dan sekarang kan harus pakai DAK. Jadi NIK-nya harus benar," bebernya.(OL-09)

Baca Juga

ANTARA

Meningkatnya Pemimpin Perempuan di BUMN Wujud Inovasi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:30 WIB
Kementerian BUMN berharap muncul talenta-talenta terbaik untuk memajukan kinerja dan performa...
ANTARA/Dedhez Anggara (STR)

Target Tinggi, Akselerasi FLPP Tahun Depan Mesti lebih CepatĀ 

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 22:15 WIB
Dengan target penyaluran KPR FLPP 2021 sebesar 157.500 unit senilai Rp19,1 triliun, bank pelaksana harus bekerja dua kali...
MI/Susanto

Sri Mulyani: Kesenjangan Teknologi Terjadi di Indonesia

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 21:59 WIB
Transformasi digital itu dilakukan melalui pemberian subsidi berupa internet gratis kepada siswa, guru hingga pendidikan tinggi guna...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya