Minggu 20 September 2020, 10:28 WIB

Umur TPA Temanggung Berakhir Tahun Depan

Tosiani | Nusantara
Umur TPA Temanggung Berakhir Tahun Depan

ANTARA/Anis Efizudin
Sejumlah pemulung memilah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sanggrahan, Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah.

 

KABUPATEN Temanggung, Jawa Tengah menghadapi masalah serius terkait pengelolaan sampah. Sebab, umur tempat pembuangan akhir (TPA) di daerah itu dipastikan akan habis pada 2021 mendatang. Pemerintah Daerah (Pemda) setempat sedang mengupayakan perluasan TPA.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Temanggung Entargo Yutri Wardono menyebut lokasi lama TPA Temanggung berada di Kecamatan Kranggan dengan luasan zona 1, 2, dan 3 mencapai 2,3 hektare. Dari luasan ini TPA direncanakan memiliki daya tampung sebanyak 1.447.400 meter kubik.

"Dengan volume sampah yang mencapai 220 meter kubik per hari maka umur TPA diperkirakan akan habis tahun depan, 2021," ujar Entargo, Minggu
(20/9) di Temanggung.

Baca juga: 3 Ribu Lebih Mahasiswa UMP Jadi Kader Lawan Covid-19

Menurut Entargo, dari total kapasitas TPA 1.446.400 meter kubik tersebut, saat ini telah terisi lebih dari 90% sampah.

Ia menarget umur TPA akan lebih panjang. Dasarnya, pihak Pemkab Temanggung telah mengupayakan berbagai program alternatif pengelolaan sampah. Di antaranya program TPS 3r, bank sampah, tpsd, dan program Temanggung bebas sampah.

"Soal sampah di Temanggung sudah sangat mengkawatirkan sehingga harus dilakukan tindakan-tindakan pengelolaan yang baik," ujar Entargo.

Adapun upaya perluasan TPA, lanjut Entargo, akan dilakukan pada lahan seluas 1,5 hektare. Lokasi tersebut didapat dengan mengupayakan tukar guling tanah desa dengan tanah milik Pemkab. Pembangunan lokasi perluasan TPA menggunakan dana APBD kabupaten 2020 ini.

"Lokasi perluasan TPA direncanakan mampu menampung sekitar 950 ribu meter kubik sampah. Umur TPA ini direncanakan sampai tiga tahun," kata Entargo.

Terkait pengelolaan sampah ini, Pemkab Temanggung telah mendiskusikannya pada acara 'Jumat Ngopi' di pinggir sungai Lutut, Desa Lempuyang, Kecamatan Candiroto, Jumat (18/9) lalu.

Ketika itu, Bupati Temanggung M Al Khadziq meminta seluruh masyarakat agar tidak membuang sampah di sembarang tempat, seperti di area kali atau sungai. Sebab sampah akan mencemari lingkungan sungai.

Sampah, kata Khadziq, mestinya dikelola dengan baik agar Kabupaten Temanggung terbebas dari sampah.

Masyarakat, pinta Bupati, juga harus lebih giat membersihkan sampah, dimulai dari lingkungan tempat tinggal mereka.

"Kita tidak ingin kondisi lingkungan penuh dengan sampah, makanya gerakan bersih-bersih sampah harus terus digelorakan sehingga  kebersihan dan keindahan lingkungan kita terjaga dengan baik,"ujar Khadziq. (OL-1)

Baca Juga

Dok The Learning Farm

Optimisme Petani Cidaun Hingga Sleman di Masa Pandemi  

👤Iis Zatnika 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 22:25 WIB
Sektor pertanian memang moncer di saat pandemi, namun dibutuhkan kolaborasi para pemangku kepentingan untuk mengungkit kesejahteraan...
Antara

Ulama : Bisnis Prostitusi Daring di Aceh Meningkat Selama Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 22:00 WIB
Maraknya dugaan prostitusi daring yang ditawarkan melalui aplikasi media sosial melalui telepon pintar di Aceh, telah menyebabkan keresahan...
MI/Rendy Ferdiansyah.

BMKG : Aceh Harus Waspadai Cuaca Ekstrem Hingga Pekan Depan

👤Mediaindonesia 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 21:30 WIB
Hingga awal pekan depan 'share line' (belokan angin) masih akan terjadi di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya