Minggu 20 September 2020, 08:51 WIB

Masa Penahanan John Kei Diperpanjang

Kautsar Bobi | Megapolitan
Masa Penahanan John Kei Diperpanjang

ANTARA/Fakhri Hermansyah
John Kei (tengah) memperagakan reka ulang perencanaan penyerangan di Bekasi, Jawa Barat, Senin (6/7).

 

POLDA Metro Jaya memperpanjang masa penahanan pelaku kekerasan John Kei untuk waktu yang telah ditentukan. Hal tersebut dibenarkan tim kuasa hukum Jhon Kei, Steven.

"Penahanan fix diperpanjang sampai dengan 19 Oktober 2020," ujar Steven saat dikonfirmasi, Minggu (20/9).

Steven mengetahui perpanjangan penahanan kliennya melalui surat dari pihak kepolisian. Surat diterima pada pukul 01.30 WIB.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus belum dapat mengetahui secara pasti. Ia akan mengkonfirmasi terlebih dulu kepada pihak penyidik Direktorat Reserse Tindak Pidana Umum.

"Nanti saya cek ya, harus tanya penyidik Krimum dulu," jelasnya.

Baca juga: Kebakaran Kejagung, Polri Fokus Selidiki Kejadian di Lantai 6

Sebelumnya, tim jaksa peneliti Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta mengembalikan berkas perkara kasus kekerasan John Kei ke penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Polisi diminta melengkapi berkas perkara.

"Tim jaksa peneliti melakukan penelitian dan menemukan ada kekurangan syarat formil dan materiil yang perlu dilengkapi pihak penyidik," kata Kepala Sesi Penerangan dan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI Jakarta Nirwan Nawawi dalam keterangan tertulis, Selasa (15/9).

John Kei bersama anak buahnya melakukan kekerasan di rumah pamannya, Nus Kei, di kawasan Duri Kosambi, Jakarta Barat, dan Perumahan Green Lake City, Kota Tangerang, pada 21 Juni 2020.

John Kei dan 38 anak buahnya ditangkap setelah aksi itu.

Anak buah Nus Kei, Yustus Corwing alias ER, tewas akibat kena bacok dan satu anak buah lainnya, Angky, mengalami putus pada empat jari tangan kanan. Sementara itu, seorang sekuriti, Nugroho Adi Wibowo, terluka akibat tertabrak dan pengemudi ojek daring, Andreansah, kena tembak pada bagian jempol kaki kanan.

Polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain, 28 tombak, 24 senjata tajam, tiga ketapel panah, dua stik bisbol, 17 ponsel, sebuah dekoder hikvision, senjata api jenis revolver, airsoft gun, dan barreta.

John Kei dan anak buahnya dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Tindak Pidana Penyalahgunaan Senjata Api, Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 169 KUHP tentang Pemufakatan Jahat, Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Mereka terancam hukuman mati. (OL-1)

Baca Juga

MI/Ramdani

Anies: Pandemi, Satu Juta Orang di Jakarta Bekerja dari Rumah

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 19:47 WIB
Orang-orang sekarang bebas bersepeda di pagi hari sebelum berangkat kerja atau kadang berangkat kerja dengan...
MI/ANDRI WIDIYANTO

PSBB Transisi, Taman Margasatwa Ragunan Masih Sepi Pengunjung

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 16:48 WIB
Di hari Sabtu pekan lalu jumlah orang yang datang berada di kisaran 800 pengunjung dan Minggu pekan lalu mencapai 1.500...
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Anies: Covid -19 Justru Membuka Peluang Dunia Digital

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 15:53 WIB
Pandemi justru membuat kegiatan masyarakat lebih leluasa lantaran kegiatan dilakukan secara daring, masyarakat lebih bebas memilih...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya