Minggu 20 September 2020, 08:01 WIB

Lab Bocor, Ribuan Orang di Tiongkok Positif Terinfeksi Bakteri

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Lab Bocor, Ribuan Orang di Tiongkok Positif Terinfeksi Bakteri

AFP
Infografis yang menunjukkan lokasi Lanzhou di Tiongkok, tempat lebih dari 3.200 orang terinfeksi bakteri akibat kebocoran lab.

 

RIBUAN orang di Kota Lanzhou, Tiongkok, dinyatakan positif terinfeksi bakteri setelah terjadi kebocoran dari pabrik biofarmasi milik negara yang membuat vaksin hewan tahun lalu.

Pejabat kesehatan di kota barat laut mengatakan 3.245 orang telah terjangkit brucellosis, penyakit yang sering disebabkan kontak dekat dengan hewan yang terinfeksi atau produk hewani yang dapat menyebabkan demam, nyeri sendi, dan sakit kepala.

Melansir CNA, Jumat (18/9), setidaknya 1.401 orang lainnya dinyatakan positif awal mengidap penyakit itu dan otoritas kesehatan mengatakan sejauh ini tidak ada bukti penularan dari orang ke orang.

Baca juga: Paket Berisi Racun untuk Trump Digagalkan

Pihak berwenang Tiongkok menemukan sebuah pabrik biofarmasi menggunakan disinfektan kadaluwarsa dalam produksi vaksin Brucella untuk hewan antara Juli dan Agustus tahun lalu--yang berarti bakteri tersebut tidak dibasmi di pengisap udara atau exhaust fan laboratoriumnya.

Akibatnya, gas yang terkontaminasi dari China Animal Husbandry Lanzhou Biopharmaceutical Factory membentuk aerosol yang mengandung bakteri, dan kemudian dibawa angin ke Institut Penelitian Hewan Lanzhou, menginfeksi hampir 200 orang di sana, Desember tahun lalu.

Lebih dari 20 mahasiswa dan anggota fakultas Universitas Lanzhou, beberapa di antara mereka pernah ke institut tersebut, kemudian dinyatakan positif juga, menurut kantor berita Xinhua.

Komisi kesehatan Lanzhou, Jumat (18/9), mengatakan domba, sapi, dan babi paling sering terlibat dalam penyebaran bakteri tersebut.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), penularan brucellosis dari manusia ke manusia 'sangat jarang' tetapi beberapa gejala dapat terulang kembali atau tidak pernah hilang.

Gejala termasuk demam berulang, kelelahan kronis, pembengkakan jantung, atau radang sendi.

Pabrik--yang telah meminta maaf--telah dicabut izin produksi vaksin brucellosis-nya, kata pihak berwenang Lanzhou.

Kompensasi untuk pasien akan dimulai secara bertahap mulai Oktober, menurut otoritas setempat. (CNA/AFP/OL-1)

Baca Juga

BPMI Setpres

Jokowi: Kunjungan PM Suga Bawa Harapan di Tengah Pandemi

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 22:07 WIB
"Kunjungan PM Yoshihide Suga merefleksikan komitmen bersama untuk terus memperkokoh kemitraan strategis antara Jepang dan...
Biro Pers Sekretariat Presiden

Jepang Kucurkan Bantuan Rp7 Triliun untuk Penanganan Korona

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 19:36 WIB
Selain meminjamkan dana segar, pemerintah Jepang juga akan memberikan bantuan peralatan medis guna memperkuat lembaga pengkajian kesehatan...
Ilustrasi

520 Juta Jarum Suntik Diamankan UNICEF

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 18:35 WIB
Pengadaan tersebut merupakan bagian dari dorongan yang lebih luas untuk mengakumulasi 1 miliar jarum suntik sampai 2021 untuk membantu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya