Jumat 18 September 2020, 18:50 WIB

Yordania Penjarakan Pelanggar Protokol Kesehatan

Mediaindonesia.com | Internasional
Yordania Penjarakan Pelanggar Protokol Kesehatan

AF/KHALIL MAZRAAWI
Ilustrasi: Petugas memakai APD sebelum menyemprotkan disinfektan ke masjid di Amman yang mulai dibuka lagi.

 

Pemerintah Yordania pada Kamis (17/9) mengumumkan pihaknya akan memenjarakan warga sampai lebih dari satu tahun jika mereka menggelar acara sosial skala besar yang menghadirkan tamu sampai lebih dari 20 orang.

Baca juga : https://mediaindonesia.com/read/detail/318440-yordania-bersiap-cabut-sebagian-besar-pembatasan-covid-19

Ketentuan itu dibuat untuk menekan penyebaran covid-19, yang kasusnya kembali tinggi di Yordania. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak menggelar acara sosial seperti resepsi pernikahan, upacara pemakaman, dan pesta.

Juru bicara pemerintah, Amjar Adailah, mengatakan kebijakan itu dibuat sesuai Undang-Undang Kedaruratan yang diberlakukan oleh kerajaan sejak April 2020. Adailah mengatakan aturan pembatasan akan berlaku ketat.

“Kebijakan ini dibuat demi mencegah warga melanggar aturan yang menyebabkan virus kembali menyebar sehingga jumlah pasien positif bertambah,” Adailah menerangkan.

Ia menambahkan bahwa warga yang menghadiri acara pertemuan juga akan diwajibkan membayar denda.

Tingginya kasus positif, menurut Menteri Kesehatan Saad Jaber, disebabkan oleh sikap “tidak bertanggung jawab” warga saat menghadiri resepsi pernikahan dan berbagai acara pertemuan sosial lainnya, tanpa mengenakan masker dan tidak menjaga jarak saat berbincang-bincang di acara resepsi.

Otoritas di Yordania melaporkan 279 kasus baru dalam waktu 24 jam, Kamis (17/9). Kasus harian itu jadi yang tertinggi di Yordania sejak Maret 2020. Dengan demikian, total pasien bertambah jadi 4.131 orang dan 26 di antaranya meninggal dunia.

Pemerintah Yordania juga kembali meliburkan sekolah selama dua minggu mulai Kamis setelah puluhan kasus positif ditemukan di kalangan pelajar dan guru yang awal September telah melakukan pembelajaran tatap muka.

Kabinet menteri Yordania awal minggu ini juga menutup restoran dan tempat ibadah, seperti masjid dan gereja, selama dua minggu mulai Kamis. Sebagian besar pegawai di lembaga pemerintah juga bekerja dari rumah dan hanya sedikit dari mereka yang bekerja di kantor.

Pemerintah Yordania tidak memberlakukan karantina penuh sebagaimana telah dilakukan pada musim semi lalu karena khawatir perekonomian akan terpuruk.

Menteri Transportasi Khaled Seif pada Kamis mengatakan pemerintah mengganti aturan karantina dua minggu untuk pendatang jadi karantina mandiri selama satu pekan.

Pemerintah berharap aturan karantina yang telah dipermudah itu dapat meningkatkan jumlah kunjungan warga asing ke Yordania, negara yang pendapatannya bergantung pada industri kesehatan dan pariwisata. (Ant/OL-12)

Baca Juga

AFP

Pekan ini, Armenia-Azerbaijan Bertemu dengan Menlu AS

👤MI 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:45 WIB
MINGGU ini, menteri luar negeri Armenia dan Azerbaijan akan bertemu secara terpisah dengan Menteri Luar Negeri AS Mike...
Dok. Twitter @Jokowi

Istana: Jalan Jokowi di UEA tak Pengaruhi Dukungan RI ke Palestina

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:31 WIB
Sejumlah pihak menduga UEA berupaya mempersuasi Indonesia mendukung UEA yang tengah berupaya menormalisasi hubungan diplomatik dengan...
AFP

Polisi Nigeria Pelaku Penembakan Demonstran di Lagos

👤MI 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:25 WIB
AMNESTY International mengatakan sejumlah pengunjuk rasa telah dibunuh pasukan keamanan Nigeria di Negara Bagian...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya