Jumat 18 September 2020, 18:20 WIB

Bawaslu Terima 71 Permohonan Sengketa Pencalonan Pilkada

Indriyani Astuti | Politik dan Hukum
Bawaslu Terima 71 Permohonan Sengketa Pencalonan Pilkada

MI/SUMARYANTO BRONTO
Komisioner Bawasu RI Rahmat Bagja

 


BADAN Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menerima 71 permohonan sengketa pendaftaran calon peserta pemilihan kepala daerah (pilkada). Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja menyampaikan dari 71 permohonan sengketa yang masuk, Bawaslu telah menyelesaikan 63 kasus. 

Permohonan tersebut diselesaikan oleh 1 Bawaslu Provinsi, 52 Bawaslu Kabupaten, dan 10 Bawaslu Kota. Peremohonan terkait sengketa pencalonan perorangan maupun calon yang diusung oleh partai politik.

"Sejauh ini sudah menyelesaikan 63 kasus," ucap Rahmat dalam dalam konferensi pers yang digelar secara daring terkait data penyelesaian sengketa pada Pilkada Serentak 2020 di Kantor Bawaslu, Jakarta, Jumat (18/9).

Selama menyelesaikan sengketa pencalonan pilkada, Bagja mengatakan Bawaslu kabupaten/kota sudah melakukan proses musyawarah dengan penerapan protokol pencegahan covid-19 serta dilakukan persidangan melalui metode virtual ataupun daring.

"Untuk kasus-kasus yang memerlukan pembuktian secara fisik, dilakukan tapi dalam persidangan tetap dengan penerapan protokol Covid-19," tegasnya.

Bagja juga menuturkan gugatan sengketa terkait pencalonan yang masuk ke Bawaslu tergolong banyak. Hal itu menandakan ada ketidakpuasan bakal pasangan calon peserta pilkada terhadap proses pendaftaran atau verifikasi baik administrasi dan faktual yang dilakukan KPU.

"Kami sayangkan ada pengurus di 1 kabupaten/kota yang kami panggil sidang oleh Bawaslu, sekali atau dua kali datang selanjutnya dilanjutkan oleh pengacara dari KPU. Kemudian kami meminta mendatangkan sanksi tapi tidak dihadirkan dengan alasan keselamatan dan lain-lain. Ini menjadi perhatian bagi kami," papar Bagja. 

Bawaslu, terangnya, merasa perlu menghadirkan saksi dari KPU dalam persidangan karena yang disengketakan atau digugat ialah surat keputusan (SK) KPU terkait penetapan bakal pasangan calon. KPU, ujarnya, seharusnya bisa mendatangkan saksi yang bisa menguatkan SK tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Komisioner Bawaslu Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Mochammad Afifuddin mengatakan pada saat proses penetapan calon kepala daerah yang berlangsung 23 September, akan ada proses ketika peserta yang telah mendaftarkan diri menjadi calon kepala daerah, tidak lolos.

"Mereka akan menempuh jalur sengketa yang dilakukan Bawaslu kabupaten/kota atau provinsi," ucapnya. (P-2)
 

Baca Juga

MI/Susanto

Siti Fadillah Bebas, KPK : Semoga Jadi Pelajaran Pejabat Lain

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 18:18 WIB
Ia mengatakan, kasus Siti Fadillah Supari harus menjadi perhatian dan pelajaran pejabat negara yang masih aktif dan berwenang menggunakan...
Antara/Abriawan Abhe

Mahfud MD: Protes Penyataan Presiden Macron Harus Tertib

👤Andhika Prasetyo 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 17:08 WIB
"Pemerintah menyerukan bahwa setiap upaya mengekspresikan atau menyatakan pendapat terkait dengan apa yang dinyatakan oleh Presiden...
Antara

Megawati Cuek Dicibir soal Milenial Rendah Kontribusi

👤 Cahya Mulyana 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 17:05 WIB
KETUA Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menanggapi dengan santai soal kontroversi dari ucapannya mengenai kontribusi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya