Jumat 18 September 2020, 16:15 WIB

Kemensos: Pengidap TBC akan Jadi Penerima PKH

Atalya Puspa | Humaniora
Kemensos: Pengidap TBC akan Jadi Penerima PKH

MI/SUSANTO
Menteri Sosial Juliari Batubara menyampaikan keterangan pers di gedung KPK Merah Putih, Rasuna Said, Jakarta, Rabu (9/9).

 

Kementerian Sosial terus mematangkan penambahan pengidap penyakit tuberkolusis (TBC) sebagai salah satu komponen bantuan sosial program keluarga harapan (PKH). Saat ini  hal tersebut tengah dimatangkan terkait pada aspek mana pada pengidap TBC tersebut bantuan akan diberikan.

Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengatakan, Kemensos tengah intensif berkoordinasi dengan kementerian terkait yakni Kementerian Kesehatan. Tujuannya untuk mematangkan peruntukan penggunaan anggaran dari bansos PKH.

“Kemensos sedang berdiskusi mendalam dengan tim dari Kementerian Kesehatan soal pengidap penyakit Tuberkolusis (TBC) masuk dalam komponen PKH. Bantuan itu kalau diberikan apakah untuk membiayai selama kontrol ke dokter, pengobatan, untuk perawatan bila dilakukan isolasi terhadap pengidap, pembelian obat atau apa. Ini kan harus jelas,” kata Juliari dalam keterangan resmi, Jumat (18/9).

Baca juga: Kemenag Perkuat Kompetensi Penceramah Agama, bukan Sertifikasi

Dalam bansos PKH yang sudah berjalan, terdapat 7 komponen yang menerima bantuan. Yakni ibu hamil, anak usia dini, anak usia sekolah SD hingga SMA, lansia tidak mampu dan penyandang disabilitas berat. Adapun untuk komponen baru yakni pengidap TBC masih dalam kajian. “Belum tahun ini (penerapannya),” kata Juliari.

Namun demikian, Kemensos akan menargetkan 9000 jiwa yang mengidap penyakit TBC yang akan masuk menjadi komponen kedelapan dalam PKH dengan indeks bantuan Rp3 juta pertahun. Mensos menekankan, penambahan pengidap TBC menjadi komponen tambahan ini merupakan arahan Presiden Joko Widodo.

Hal ini tidak lepas dari tingginya penderita TBC di Indonesia. Masuknya pengidap TBC dalam komponen PKH tidak lepas dari tingginya angka penderita di Indonesia. Berdasarkan data, penderita TBC di Indonesia mencapai 1.020.000. Angka tersebut, tentu mengkhawatirkan bila terus bertambah. “Indonesia nomor tiga dunia,” kata Juliari.

Namun, TBC adalah jenis penyakit yang dapat disembuhkan. Dengan catatan penderita minum obat dengan rutin, artinya dilakukan selama tiga bulan sampai lima bulan. Ini harus rutin tiga kali seminggu. Jika satu kali saja terlewat maka harus mengulangi kembali.

Sebagai program prioritas nasional, Kemensos mengalokasikan anggaran sebesar Rp30,4 triliun untuk program Jaminan Sosial Keluarga dengan target sasaran 10 juta KPM PKH. (H-3)

Baca Juga

Dok. UBL

Wisuda UBL Dihadiri mantan Wapres dan Duta Besar Secara Virtual

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:51 WIB
Wisuda ini dilaksanakan secara bertahap selama tiga hari pada 19-21 Oktober 2020 di Gedung Grha Mahardika Bujana (Auditorium) kampus.UBL...
ANTARA

IPB University akan Anugerahi Doni Monardo Doktor Honoris Causa

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:50 WIB
Penganugerahan gelar Doktor Kehormatan tersebut diputuskan dalam Rapat Pleno Senat Akademik (SA) IPB University pada Selasa...
DOk. UT

UT Gelar RTM Perkuat Sistem Pembelajaran Berbasis IT

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:48 WIB
Pada t2019 RTM difokuskan dalam bidang Manajemen Pembelajaran Jarak Jauh (MPJJ), maka tahun ini RTM berfokus pada bidang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya