Jumat 18 September 2020, 03:25 WIB

Upacara Pelepasan Jenazah Sekda DKI Dikritik

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Upacara Pelepasan Jenazah Sekda DKI Dikritik

Dok. Metro TV
Suasana pemakaman Sekda DKI, Saefullah.

 

TINDAKAN Gubernur DKI Anies Baswedan yang membawa jenazah Sekretaris Daerah DKI Saefullah, korban keganasan covid-19, ke Gedung Balai Kota, mencerminkan ego seorang pimpinan dan sangat membahayakan kesehatan.

Kritik itu disampaikan pengamat kebijakan publik sekaligus Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan, kemarin. Ia mempertanyakan keputusan Anies yang membawa ambulans jenazah pasien covid-19 ke tengah kerumunan orang. Sesuai protokol, seharusnya ambulans dari RS tempat jenazah dirawat langsung meluncur ke TPU.

“Jika memang ingin memberi penghormatan terakhir, kenapa tidak Anies Baswedan sebagai gubernur Jakarta yang datang menghampiri jenazah almarhum ke rumah sakit?” kata Tigor.

Menurut dia, sudah jelas ada protokol kesehatan yang mengharuskan setiap jenazah yang wafat karena positif covid-19 harus langsung dibawa untuk dimakamkan di TPU. Ia menyebut Gubernur Anies hanya menjadikan masa pandemi sebagai panggung kekuasaan dan panggung kesombongan, sekaligus panggung pencitraan.

“Sikap ini juga membuktikan bahwa Anies Baswedan tidak peduli dan tidak memiliki komitmen melindungi warga Jakarta. Harap Menteri Kesehatan dan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menegur keras perilaku Anies Baswedan,” tukasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Chaidir mengatakan upacara sederhana yang digelar Rabu (16/9) merupakan bentuk penghormatan terakhir Pemprov DKI kepada mendiang atas pengabdiannya selama 36 tahun.

Ia mengakui memang tidak ada aturan tertulis untuk memberikan penghormatan terakhir kepada birokrat yang meninggal dunia. Namun, menurutnya, penghormatan terakhir perlu dilakukan karena Saefullah wafat dalam keadaan masih menjabat, belum pensiun, mengemban amanah, serta tetap berjuang melakukan tanggung jawabnya sebagai pejabat.

Chaidir menegaskan kritik itu datang dari orang yang tidak memahami etika birokrasi penghormatan kepada birokrat yang disegani.

“Ibarat tersirat dan secara etika birokrasi ini penting. Kan kita ikuti protokol kesehatan, jenazah tidak dibuka. Semua sudah mengikuti prokotol kesehatan, tidak ada yang dilanggar,” pungkasnya. (Put/J-2)

Baca Juga

Medcom/Annisa

Sejumlah Perumahan di Bekasi Terendam Banjir Hingga 1,5 Meter

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 07:13 WIB
"Yang paling tinggi di Villa Jatirasa, ketinggian 190...
MI/Andri Widiyanto

Pandemi Membuka Peluang Dunia Digital

👤Dmr/Put/J-2 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 06:17 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membantu para pelaku UMKM untuk berpindah ke bisnis digital dan memastikannya mampu...
MI/Ramdani

Anies: Pandemi, Satu Juta Orang di Jakarta Bekerja dari Rumah

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 19:47 WIB
Orang-orang sekarang bebas bersepeda di pagi hari sebelum berangkat kerja atau kadang berangkat kerja dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya