Jumat 18 September 2020, 04:31 WIB

KPK Terus Selisik Aset-Aset Nurhadi

Dhk/P-5 | Politik dan Hukum
KPK Terus Selisik Aset-Aset Nurhadi

ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA
Tersangka Nurhadi (kiri) berjalan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyelisik aset-aset terkait dengan kasus mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Penyidik KPK melalui pemeriksaan saksi kini mendalami kepemilikan mobil milik Nurhadi yang telah disita berkaitan dengan perkara itu.

“Penyidik mendalami saksi swasta Nurfaizah terkait dengan dugaan kepemilikan satu unit mobil Fortuner oleh tersangka NHD (Nurhadi),” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, kemarin.

Penyidik komisi antirasuah pada Rabu (16/9) memeriksa tiga saksi berkaitan dengan pendalaman aset-aset Nurhadi. Dua saksi merupakan notaris bernama Rismalena dan Herlinawan serta pegawai MA bernama Kardi.

“Saksi Rismalena dan Herlinawan didalami terkait dengan aset-aset yang dimiliki tersangka NHD (Nurhadi) yang dinotariskan. Saksi Kardi dikonfirmasi terkait dengan permohonan saksi untuk melakukan peminjaman barang bukti berupa mobil,” ucap Ali Fikri.

KPK saat ini tengah membidik Nurhadi dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Secara terpisah, Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan sudah dilakukan gelar perkara terkait dengan dugaan pencucian uang oleh Nurhadi. Nawawi mengatakan penerbitan surat perintah penyidikan (sprindik) pencucian uang itu tinggal menunggu waktu.

“Sudah dilakukan ekspose, tinggal menunggu waktu saja. Mudah-mudahan tidak terlalu lama lagi,” ujar Nawawi.

Sebelumnya, KPK juga telah menyita aset Nurhadi berupa dua kebun kelapa sawit seluas 33.000 meter persegi dan 530,8 hektare di Kabupaten Padang Lawas, Sumatra Utara. Komisi antirasuah juga sudah menyita vila milik Nurhadi di daerah Gadog, Kecamatan Mega mendung, Bogor, serta apartemen di kawasan SCBD Jakarta.

Tak hanya bangunan vila dan tanahnya, penyidik juga menyita sejumlah kendaraan yang berada di lokasi tersebut, yakni belasan motor besar alias moge, mobil, dan sepeda.

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni Nurhadi beserta menantunya, Rezky Herbiyono, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto. Hiendra hingga kini statusnya masih buron dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

Nurhadi dan Rezky ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi senilai Rp46 miliar terkait dengan pengurusan sejumlah perkara di MA. Adapun Rezky yang diduga menjadi perantara suap kepada Nurhadi dan Hiendra ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. (Dhk/P-5)

Baca Juga

MI/Mohamad Irfan

MK Tolak Uji Materi Perppu Pilkada

👤Putra Ananda 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 04:31 WIB
Pemohon tak dapat meyakinkan MK bahwa pemohon telah aktif melakukan kegiatan yang berkaitan dengan isu...
 CDC/BPOM/Riset MI-NRC

Jangan Tergesa-gesa soal Vaksin

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 03:26 WIB
Presiden meminta proses penghitungan dan penetapan tarif vaksinasi juga disampaikan secara...
DOK MI

Kasus Jiwasraya, Heru Hidayat Juga Divonis Penjara Seumur Hidup

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Senin 26 Oktober 2020, 23:38 WIB
Selain pidana seumur hidup, Heru juga dijatuhi hukuman membayar uang pengganti senilai Rp10,72...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya