Jumat 18 September 2020, 03:59 WIB

Negara-Negara Kaya Kuasai Stok Vaksin

Hym/Ant/AFP/AA/X-7 | Humaniora
Negara-Negara Kaya Kuasai Stok Vaksin

Medcom.id
Ilustrasi

 

LIMA kandidat vaksin terkemuka yang saat ini dalam uji coba tahap akhir akan dapat dipasok hingga 5,9 miliar dosis. Jumlah itu diperkirakan cukup untuk disuntikkan kepada sekitar 3 miliar orang.

Namun, 51% dari suntikan tersebut sudah diambil oleh negara-negara kaya, antara lain Amerika Serikat, Inggris, Uni Eropa, Australia, Hong Kong dan Makau, serta Jepang, Swiss, dan Israel.

Sisanya 2,6 miliar telah dibeli atau dijanjikan kepada negara-negara berkembang termasuk India, Bangladesh, Tiongkok, Brasil, Indonesia, dan Meksiko.

Hal itu terungkap dalam sebuah penelitian di saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjanji untuk memulai vaksinasi warga AS dalam beberapa minggu ke depan secara gratis.

“Kami semakin dekat dengan vaksin itu seperti yang Anda ketahui.... Kami dapat mulai sekitar Oktober atau segera setelahnya,” kata Trump, Rabu (16/9).

Pernyataan Trump itu bertentangan dengan keraguan pakar kesehatan terkemuka di pemerintahannya, yang mengatakan suntikan tidak mungkin tersedia secara luas hingga pertengahan 2021.

Ketua Uni Eropa Ursula vonder Leyen memberi peringatan pada ‘nasionalisme vaksin’ yang katanya dapat membahayakan nyawa sebab membasmi kekebalan yang paling rentan di negara-negara miskin.

Akan tetapi, sebuah studi yang dirilis Oxfam menunjukkan sekelompok negara kaya yang mewakili hanya 13% dari populasi dunia telah mendapatkan bagian terbesar dari dosis vaksin.

“Akses ke vaksin penyelamat seharusnya tidak bergantung pada tempat Anda tinggal atau berapa banyak uang yang Anda miliki,” kata Robert Silverman dari Oxfam America.

Secara terpisah, Direktur Pelaksana perusahaan bioteknologi Italia, IRBM, yang berpusat di selatan Roma, Matteo Liguori, mengatakan negaranya mungkin akan mendapatkan suntikan pertama vaksin covid-19 buatan Inggris, AstraZeneca, pada akhir November 2020.

“Asalkan uji coba berlanjut seperti yang direncanakan dan vaksinnya sudah teruji,” imbuhnya.

Sementara itu, Turki juga memulai uji coba tahap terakhir atau fase III vaksin eksperimental virus korona buatan Tiongkok, Sinovac, Rabu (16/9).

“Pemberian pertama vaksin Sinovac dimulai kepada tiga petugas kesehatan di Universitas Hacettepe yang secara sukarela mengambil bagian dalam ujicoba,” kata Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca saat konferensi pers. (Hym/Ant/AFP/AA/X-7)

Baca Juga

ANTARA/Jojon

AAJI Kerja Sama dengan BenihBaik.com Bantu Guru Terdampak Pandemi

👤Retno Hemawati 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 04:00 WIB
Bantuan disalurkan melalui Benihbaik.com, sebagai platform crowdfunding yang terpercaya, dengan nominal sebesar Rp300...
Dok. Instagram

Livi Zheng Melangkah Maju

👤Zubaedah Hanum 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 02:35 WIB
MUDA dan perempuan. Dalam sekali tepukan, sutradara Livi Zheng, 31, berhasil mematahkan anggapan bahwa orang muda dan perempuan ialah kaum...
Dok. Kevin Aprilio

Kevin Aprilio Berkali-kali Tertunda Akhirnya Menikah Juga

👤MI 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 02:15 WIB
MEMUTUSKAN untuk menikah di masa pandemi covid-19 menjadi sebuah keputusan besar yang diambil musikus Kevin...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya