Kamis 17 September 2020, 19:45 WIB

Luhut Minta Menkes Kebutuhan Obat Pasien Covid-19 Aman

Insi Nantika Jelita | Humaniora
Luhut Minta Menkes Kebutuhan Obat Pasien Covid-19 Aman

Antara
Ilustrasi

 

WAKIL Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan meminta Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk menjamin obat pasien covid-19 selama dirawat.

Melalui Juru Bicara (Jubir) Menko Maritim dan Investasi Jodi Mahardi menerangkan, pentingnya ketersedian obat itu untuk kesembuhan pasien penyakit menular itu.

"Pak Menko (Luhut) meminta pak Menkes harus memastikan kebutuhan obat dan terapi yang dibutuhkan untuk kesembuhan pasien-pasien covid-19, terutama yang kritis harus tersedia," ungkap Jodi kepada mediaindonesia.com, Kamis (17/9).

Satgas, kata Jodi akan bekerja ekstra menurunkan kasus covid-19 yang ada di sembilan provinsi tersebut. Provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Utara dan Papua

"Kami akan fokus sampai akhir tahun ini untuk menekan penambahan kasus, meningkatkan recovery (kesembuhan covid-19) dan menurunkan mortality rate (kematian)," jelas Jodi.

Luhut, sebut Jodi, juga meminta pihak aparat untuk disiplin dan tegas dalam operasi yustisi penerapan protokol kesehatan covid-19. Segala bentuk kerumunan diminta dibubarkan untuk mencegah kerumunan.

"Kami juga akan fokus agar operasi yustisi benar-benar dilaksanakan secara konsekuen dan disiplin," pungkas Jodi.

Sebelumnya, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam mengungkapkan stok obat covid-19 di Indonesia kini mulai menipis.

Baca juga : 5 Prioritas Untuk Turunkan Angka Kekerasan pada Perempuan dan Anak

"Obat-obat sekarang sudah mulai kosong. Diantaranya actemtra buat orang yang mengalami keadaan yang kita bilang badai sitokin, itu mulai kosong. Kemudian favipiravir susah dicari," kata Ari beberapa hari lalu.

Sementara itu pada (19/8) lalu, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Agus Dwi Susanto menjelaskan, pihaknya akan melakukan pengobatan terhadap pasien berdasarkan gejala yang dialaminya, mulai orang tanpa gejala, gejala ringan, berat, hingga kritis

"Kalau pasien enggak ada gejala cukup dengan vitamin atau obat imunomodulator, obat yang sudah mendapatkan izin edar di Indonesia, diberikan suportif untuk OTG,” kata Agus.

Agus menjelaskan, obat-obat yang digunakan, yakni azitromisin, levofl oksasin, klorokuin, hidroksiklorokuin, oseltamivir, favipiravir, lopinavir, dan ritonavir. Obat-obatan tersebut akan dikombinasikan sesuai kebutuhan pasien. Berdasarkan riset, di RS darurat, penggunaan obat pada kasus ringan 99,3% sembuh. (OL-2)

 

Baca Juga

Ilustrasi

Menristek: Butuh Biaya 40 Miliar untuk Uji Klinis Bibit Vaksin

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 23 September 2020, 14:44 WIB
Dukungan presiden melalui Keppres Nomor 18 itu tentunya memberikan ruang bagi nantinya untuk mendapatkan...
Antara

Dua Hari Dibuka, Tower 4 Flat OTG Wisma Atlet Terisi 34,08%

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 23 September 2020, 14:35 WIB
Masih tersedia 1.019 tempat tidur (65,92%) untuk OTG yang tak memiliki...
Ist

Lebih 15 Ribu Praktisi Medis Dapat Pelatihan dari Lembaga Jerman

👤Deri Dahuri 🕔Rabu 23 September 2020, 14:30 WIB
Pelatihan juga bekerja sama dengan Perhimpunan Bedah Endo-laparoskopi Indonesia dalam pelatihan Advanced Minimally Invasive...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya