Kamis 17 September 2020, 19:36 WIB

Indonesia Perkuat Kerja Sama Pengadaan Vaksin Covid-19

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Indonesia Perkuat Kerja Sama Pengadaan Vaksin Covid-19

Antara
Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi

 

MENJELAS tentang perkembangan kerja sama vaksin yang terkait dengan track kerja sama multilateral, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan CEPI (Coallition for Epidemic Preparedness Innovations) telah memulai kegiatan Due diligence atau uji kelayakan dengan Biofarma, yang dimulai pada 15 September.

Due diligence yang mengkaji kapasitas dan kapabilitas Biofarma ini dilakukan sebagai bagian dari proses kemungkinan kerja sama global vaccine manufacturing, yang akan dilakukan antara CEPI dan Biofarma.

Retno mengatakan, di dalam due diligence tersebut, CEPI melakukan assessment atas kapasitas manufaktur vaksin covid-19, Quality Management System (QMS), kemudian sistem analisa laboratorium, hingga sistem IT Bio Farma.

“Diharapkan hasil due diligence ini akan kita terima pada akhir September atau awal Oktober 2020,” ujar Retno dalam press briefing virtual, Kamis (17/9).

Biofarma Indonesia telah masuk sebagai satu dari tujuh potential drug Manufacturer for Covid-19 Vaccine dari CEPI. Kerja sama antara Biofarma dengan CEPI akan membuka kesempatan yang baik bagi Biofarma untuk memperkuat networkingnya di track multilateral.

Sementara terkait dengan penandatanganan MoU antara Kemenkes dan UNICEF Indonesia mengenai pengadaan dan mekanisme delivery vaksin dari GAVI Covax Facility, Rabu.

Menurutnya, MoU ini sangat penting sebagai infrastruktur yang diperlukan untuk persiapan proses pengadaan dan mekanisme pengiriman vaksin, melalui jalur kerja sama multilateral. Dengan adanya MoU diharapkan ketika vaksin sudah tersedia, tidak akan terjadi penundaan dalam hal penyampaian ke masyarakat.

Baca juga : Kemenlu Pulangkan 122 WNI Jemaah Tablig dari India

Melalui pendekatan jangka pendek untuk memperoleh akses vaksin yang aman dengan harga terjangkau, Indonesia terus memperkuat kerja sama melalui track bilateral dan track multilateral.

“Pendekatan jangka pendek ini tentunya dilakukan sambil terus memperkuat upaya jangka panjang kita, yaitu kemandirian vaksin, yaitu melalui pengembangan vaksin nasional kita, vaksin merah putih,” kata Retno.

Sebagai informasi, tambahnya, sebagai hasil dari komunikasi intensif, baik yang dilakukan oleh tim Jakarta maupun tim PTRI Jenewa dan KBRI Oslo, Indonesia telah masuk dalam kategori Advance Market Commitment (AMC) dari Gavi Covax Facility.

“Yang berarti Indonesia akan memperoleh akses vaksin sebesar 20% dari populasi kita. Indonesia juga akan memperoleh keringanan finansial melalui mekanisme ODA (Official Development Assistance) maupun cofinancing. Dengan mekanisme pendanaan seperti ini, tentunya akan berpengaruh pada harga,” jelasnya.

“Dan diharapkan harga vaksin melalui track multilateral ini akan lebih murah dibanding mekanisme lainnya. Perkiraan kita vaksin melalui jalur kerja sama multilateral ini baru akan tersedia pada 2021. Dan Kementerian Luar Negeri akan terus mengawal proses kerjasama ini,” tandasnya. (OL-2)

 

Baca Juga

AFP/GEORGE FREY

Tiga Negara Bagian AS Alami Lonjakan Kasus Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 25 September 2020, 09:43 WIB
Secara rata-rata, AS melaporkan 44.000 infeksi baru dan sekitar 700 kematian setiap...
AFP/Noah Seelam

Arab Saudi Larang Penerbangan ke India terkait Covid-19

👤Wisnu Arto Subari 🕔Jumat 25 September 2020, 09:29 WIB
ARAB Saudi pada Selasa (22/9) menghentikan sementara penerbangan rute India dan melarang masuk orang-orang yang mengunjungi negara...
AFP/Mazen Mahdi

Hampir 830 Ribu Orang Jadi Korban Banjir Sudan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 25 September 2020, 09:19 WIB
Badan Pertahanan Sipil Sudan melaporkan 124 kematian dan 54 korban luka akibat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya