Kamis 17 September 2020, 17:30 WIB

TikTok Masih Pertimbangkan Kemungkinan Monetisasi Konten

Mediaindonesia.com | Teknologi
TikTok Masih Pertimbangkan Kemungkinan Monetisasi Konten

AFP/Lionel BONAVENTURE
Logo Tiktok terlihat di sebuah komputer tablet.

Perusahaan teknologi dan layanan berbagi video pendek TikTok, masih mempertimbangkan untuk memungkinkan adanya monetisasi konten di platformnya.

Sebagai informasi, monetisasi adalah kegiatan yang bertujuan untuk menjadikan kanal atau konten seorang kreator untuk mendapatkan sejumlah penghasilan. "Rencana (monetisasi) ini masih dibicarakan di internal dan perlu ditelaah lagi lebih lanjut," ungkap Head of User and Content Operations TikTok Indonesia, Angga Anugrah Putra melalui diskusi media secara virtual, Kamis (17/9).

Angga menambahkan, beberapa hal yang dipertimbangkan termasuk pembagian pendapatan (revenue). Jika dibandingkan dengan platform video lain, kreator biasanya menyisipkan iklan di tengah-tengah konten videonya.

Sementara, TikTok sendiri, karena durasi video yang pendek, iklan biasanya hadir di halaman utama (For You Page) pengguna, bukan di laman profil kreator. "Untuk ads sendiri sudah ada di TikTok, tapi adanya di For You Page-nya, bukan di page kreator," jelas Angga.

Lebih lanjut, Angga mengatakan bahwa bukan hal yang tidak mungkin bagi kreator untuk mencari penghasilan melalui TikTok. Terdapat salah satu fitur yang memungkinkan pengguna atau penonton untuk berdonasi kepada kreator idolanya. "Ada livestreaming dimana penonton bisa mengirimkan uang untuk kreator/streamer. Selain itu, TikTok sendiri sangat terbuka dan kreator saat ini pun punya endorsement hingga brand sendiri. (TikTok) sudah jadi home of exposure (untuk brand)," ujar dia.

Sebelumnya, Head of Communications TikTok Indonesia Chatrine Siswoyo mengatakan kepada ANTARA bahwa kreator TikTok bisa saja mendapatkan deals tertentu dengan sebuah produk atau merek, dan TikTok pun dapat menghubungkan antara kedua belah pihak.

Terdapat pula TikTok For Business beberapa waktu lalu yang dapat digunakan pelaku bisnis kecil (UMKM) hingga besar untuk mempromosikan produknya melalui program "Back to Business". (OL-12)

 

Baca Juga

AFP/Damien Meyer

Ponsel Nokia 2.4 dan 3.4 Segera Meluncur di Pasar

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 23 September 2020, 07:46 WIB
Nokia kembali menghadirkan ponsel dengan performa terbaik dan harga terjangkau menyertakan fitur kamera berteknologi kecerdasan...
AFP/Handout / Apple Inc

Oktober, iPhone SE 2020 Masuk Indonesia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 22 September 2020, 11:20 WIB
Ponsel ini diluncurkan di harga US$399 atau sekitar Rp5,9 juta dengan kurs saat...
Istimewa

Google Doodle Kenang Benyamin Sueb

👤Antara 🕔Selasa 22 September 2020, 10:14 WIB
Google hari ini menampilkan Doodle legenda budaya Betawi Benyamin Sueb. Selain gambar Benyaim Sueb, ditampilkan juga kesenian Tanjidor dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya