Kamis 17 September 2020, 14:43 WIB

Mensos Minta KPM PKH Graduasi tidak Turun Kelas

mediaindonesia.com | Humaniora
Mensos Minta KPM PKH Graduasi tidak Turun Kelas

DOK KEMENSOS
Mensos Juliari P Batubara

 

Menteri Sosial Juliari P.  Batubara mengumpamakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang keluar dari kepesertaan mengalami graduasi atau sudah naik kelas. Ia berpesan agar KPM PKH graduasi tidak lantas turun kelas atau kembali lagi jadi penerima KPM.

"Ibarat anak sekolah,  ibu-ibu sudah naik kelas atau sudah lulus. Kalau sudah lulus jangan balik lagi jadi KPM,. Kalau sudah lulus sebaiknya sekolah lagi lebih tinggi, " kata Mensos Juliari dalam sambutannya pada kegiatan Graduasi KPM dan Rekonsiliasi Nasional Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan 2020, di Cirebon (17/9).

Dalam kesempatan ini ia menekankan,  tugas negara dalam mengurangi angka kemiskinan bukan hanya pekerjaan Presiden, Menteri Sosial atau bupati, dan wali kota. Tapi yang lebih penting adalah motivasi dari dalam diri KPM sendiri.  

"Ibu-ibu harus ada motivasi supaya hidup ke depan lebih baik. Baik bagi ibu-ibu baik pula buat Indonesia ke depan. Bila kemiskinan bisa segera dikurangi maka harapan Bapak Presiden agar Indonesia menjadi negara berpendapatan menengah pada 2045 --tepat 100 tahun Indonesia merdeka-- bisa tercapai dengan baik, " katanya. 

Oleh karena itu, di sini Mensos menekankan pentingnya peran pendamping yang diharapkan memberikan skill dan pengetahuan kepada KPM. "Termasuk bagaimana mengelola dana bantuan sehingga meningkatkan produktifitas KPM, " katanya.

Mensos Juliari mengatakan graduasi dan rekonsiliasi merupakan upaya pemerintah dalam mengikis kemiskinan. "Dari laporan yang saya terima hingga Agustus kemarin sebanyak 711.126 atau 71,1% dari target 1 juta KPM telah mengembalikan kartu KKS karena sudah mampu secara ekonomi," kata Mensos Juliari.

"Untuk keluar dari jerat kemiskinan ini harus dimulai dari diri sendiri. Pemerintah sifatnya mendukung. Kalau dihitung, bantuan PKH itu berapa per tahun, paling Rp5 juta sampai Rp6 juta," kata Juliari menambahkan.

Banyaknya KPM yang keluar dari kepesertaan, dikatakan Juliari, berkat kerja keras pendamping sosial PKH. Untuk itu, ia optimistis target graduasi sebanyak 1 juta KPM pada tahun ini dapat terlampaui. 

"Ini tak lepas dari kerja sama semua pihak terutama pendamping sosial PKH yang senantiasa memberikan bimbingan dan arahan kepada KPM. Mereka sebagai ujung tombak dari keberhasilan program ini," tambah mantan anggota DPR dua periode ini. 

Dalam kesempatan sama,  Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazarudin mengatakan KPM yang telah graduasi dari awal tahun hingga Agustus ini mencapai 711.126 keluarga, atau mencapai 71,1% dari target yakni 1 juta KPM. Pepen juga menerangkan tentang jumlah KPM di Jabar yang telah graduasi. 

"Hingga bulan Agustus juga, di Provinsi Jabar tercatat sebanyak 125.406 KPM atau 7,16%, dari total 1.750.047 KPM," kata Pepen dalam sambutannya. 

Lebih lanjut, Pepen mengatakan Kemensos memberikan apresiasi kepada KPM yang memilih graduasi. Ia berharap kesejahteraan KPM yang telah graduasi meningkat. Pihaknya juga menyalurkan bantuan bagi KPM yang graduasi.

"Hari ini kami hadirkan 50 KPM PKH yang graduasi, yang berasal dari Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kuningan dan Indramayu. Pada kesempatan ini akan diserahkan KUR untuk lima KPM yang telah diverifikasi. Kemudian bantuan kebutuhan rumah tangga untuk mendukung usaha ibu-ibu," kata Pepen.

Selain graduasi, Pepen mengatakan pihaknya merekonsiliasi penyaluran banutuan KPM agar memenuhi 5T, yakni tepat sasaran, waktu, jumlah, manfaat dan administrasi. Rekonsiliasi dilakukan oleh  Direktorat Jaminan Sosial Keluarga, Dinas Sosial  dan HIMBARA sebagai lembaga penyalur bantuan social. Rekonsiliasi ini diikuti ratusan peserta.

"Kegiatan rekonsiliasi diikuti 224 peserta secara luar jaringan (luring). Kemudian, 115 peserta dibagi ke dalam tiga kelas. Dan, 109 peserta secara daring," kata Pepen. (RO/OL-10)

Baca Juga

MI/Adam Dwi

Jadi Penyintas Covid-19, Ini Pelajaran yang Dipetik Rektor IPB

👤Syarief Oebadiillah 🕔Minggu 27 September 2020, 23:04 WIB
Mengutip Ibnu Sina, Arif mengatakan, kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat, dan kesabaran adalah langkah awal...
Dok. Pribadi

Kembali Pimpin Universitas Moestopo,Rudy Ingin Adopsi Digitalisasi

👤Syarief Oebaidillah 🕔Minggu 27 September 2020, 22:59 WIB
Rudy mengatakan, dirinya akan melakukan adaptasi universitas untuk menerapkan teori pada praktik nyata sesuai dengan perkembangan teknologi...
Dok. Pribadi

Korsel Bantu Cirebon Ciptakan Karya Seni Inovatif

👤Ghanii Nurcahyadi 🕔Minggu 27 September 2020, 22:52 WIB
Kolaborasi yang melibatkan pemerintah, seniman dan sekolah itu bertujuan untuk membangun dan merevitalisasi sistem pendidikan seni dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya