Kamis 17 September 2020, 12:49 WIB

Dikritik karena Bawa Jenazah Sekda ke Balai Kota, Ini Jawaban DKI

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Dikritik karena Bawa Jenazah Sekda ke Balai Kota, Ini Jawaban DKI

beritajakarta.id
Upacara pelepasan jenazah Sekda Saefullah di Balai Kota Jakarta, Rabu (16/9).

 

KEPALA Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir menjawab kritik pengamat kebijakan publik Azas Tigor Nainggolan terkait dibawanya jenazah mendiang Sekda DKI Jakarta Saefullah yang wafat akibat covid-19 ke Balai Kota DKI, Rabu (16/9).

Chaidir mengatakan upacara sederhana memang digelar sebagai tanda penghormatan terakhir jajaran Pemprov DKI kepada almarhum yang mendedikasikan 36 tahun kariernya sebagai PNS Pemprov DKI dengan tujuh tahun di antaranya sebagai Sekda DKI mendampingi masa kepemimpinan empat gubernur yakni Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama, Djarot Syaiful Hidayat, hingga Anies Baswedan.

Chaidir menegaskan memang tidak ada aturan tertulis untuk memberikan penghormatan terakhir kepada birokrat yang meninggal dunia. Namun, ia merasa penghormatan terakhir itu perlu dilakukan karena Saefullah wafat dalam keadaan masih menjabat, belum pensiun, dan mengemban amanah serta tetap berjuang melakukan tanggung jawabnya sebagai pejabat Ibu Kota.

Baca juga: Pengamat Sayangkan Anies Bawa Jenazah Sekda ke Balai Kota

"Tata cara pelapasan itu memang ada aturannya. Beliau pejabat yang berwenang dan aktif tidak pensiun dan beliau waktu menjelang sakit masih rapat paripurna. Kelaziman tata cara kita dalam pemerintahan ketika pejabat aktif (meninggal dunia). Kalau menggunakan prosedur protokol, ketentuan kita harus melepas. Bagaimana kalau nggak melepas. Kamu sebagai pemimpin dilepas begitu perasaanya bagaimana? Ada aturannya protokolnya," kata Chaidir saat dikonfirmasi, Kamis (17/9).

Menurutnya, kritik datang dari orang yang tidak memahami etika birokrasi penghormatan kepada birokrat yang disegani dan dihormati.

"Itu tidak tertulis tetapi bermakna. Ibarat tersirat dan secara etika birokrasi ini penting. Kan kita ikuti protokol kesehatan, jenazah tidak dibuka. Itu orang yang mengkritik saja yang artinya tidak paham etika birokrasi dan tidak paham adat istiadat ketimuran," tukasnya.

Chaidir menjelaskan, dalam pelepasan jenazah covid-19 diperbolehkan untuk dilakukan selama jenazah tidak dikeluarkan dari mobil jenazah.

Selain itu, dalam memberikan penghormatan terakhir, jajaran SKPD yang hadir termasuk gubernur, wakil gubernur, dan perwakilan DPRD seluruhnya melakukan protokol kesehatan dengan memakai masker dan menjaga jarak.

"Begini, yang pertama jenazah di dalam ambulans, sudah mengikuti protokol covid-19, dan jenazah tidak diturunkan. Semua sudah mengikuti prokotol kesehatan, tidak ada yang dilanggar. Jenazah tertutup dalam peti dalam ambulan yang rapat nggak ada masalah," tegasnya. (OL-1)

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

Mal kian Terpuruk PSBB Anies Digugat

👤Ins/Pra/X-6 🕔Selasa 29 September 2020, 04:54 WIB
Sektor ritel dan tenant enam bulan ini dalam tekanan sangat berat. Lalu, kami menghadapi adanya PSBB jilid II dan restoran tidak bisa dine...
MI/IMMANUEL ANTONIUS

Bea Cukai Pastikan Minol Oplosan Daring Ilegal

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 29 September 2020, 03:30 WIB
Saat ini, lanjutnya, pihak Intelijen dan Penindakan Bea dan Cukai tengah menelusuri adanya minol oplosan yang dijual secara daring...
MI/Usman Kansong

Sekda Depok Instruksikan Pembongkaran Bangunan Liar di Sungai

👤Kisar Rajaguguk 🕔Selasa 29 September 2020, 03:25 WIB
Hardiono menegaskan bangunan liar di RT OO5 RW O5 Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya, Kota Depok mengganggu aliran sungai sehingga perlu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya