Kamis 17 September 2020, 11:42 WIB

Asap Kebakaran Hutan AS Capai Eropa

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Asap Kebakaran Hutan AS Capai Eropa

AFP/RINGO CHIU
Petugas pemadam kebakaran melihat api yang berkobar di Monravia, California, Amerika Serikat.

 

KEBAKARAN hutan yang melanda Pantai Barat Amerika Serikat (AS) terus berkobar, Rabu (16/9). Asap kobaran api yang mematikan menyebar ke seluruh negeri dan bahkan mencapai Eropa.

"Skala dan besarnya kebakaran ini berada pada tingkat yang jauh lebih tinggi daripada 18 tahun yang tercatat pada data pemantauan kami sejak 2003," ujar Mark Parrington, ilmuwan senior dan pakar kebakaran di Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) Eropa.

Dia menambahkan kebakaran melepas begitu banyak polusi sehingga asap tebal terlihat lebih dari 8.000 kilometer jauhnya di Eropa utara, menunjukkan betapa dahsyatnya kobaran api dalam besaran dan durasinya.

Asap tertebal dari kebakaran, yang dimulai pertengahan Agustus di California, tetap ada di Pantai Barat AS.

Baca juga: Dunia Kehilangan 100 Juta Hektare Hutan Selama 2 Dekade

Kota-kota California seperti Los Angeles dan San Francisco serta Portland di Oregon dan Seattle di Washington telah mencatat kualitas udara terburuk di dunia.

Petugas pemadam kebakaran yang kelelahan sekarang sedang memerangi 79 kebakaran besar yang mengamuk di seluruh AS. Kemungkinan cuaca yang mendorong kebakaran kritis diperkirakan terjadi di timur laut California, Pusat Kebakaran Antarlembaga Nasional mengatakan, Rabu (16/9).

Mayoritas kebakaran terjadi di California, tempat petugas pemadam kebakaran mengatakan lebih dari 17.000 personel pemadam kebakaran sedang memerangi 25 titik api utama dan kompleks kebakaran, istilah yang digunakan untuk beberapa titik api yang membakar di satu area.

"Dengan tidak adanya curah hujan yang signifikan, California tetap kering dan bersiap menghadapi kebakaran hutan," kata badan pemadam kebakaran negara bagian, Cal Fire, sembari menambahkan cuaca yang lebih hangat diperkirakan akhir pekan ini membawa bahaya kebakaran yang meningkat.

Salah satu kobaran api di dekat Los Angeles, yang dijuluki Bobcat Fire, mendekati observatorium bersejarah, Selasa (15/9), tetapi kru berhasil melindungi strukturnya.

"Meskipun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan di barat daya dan bagian utara kebakaran, petugas pemadam kebakaran Anda melakukan pekerjaan luar biasa di sekitar Gunung Wilson hari ini," cicit Dinas Kehutanan AS, mengacu pada situs observatorium.

Selain California, yang telah menanggung beban terbesar dari keseluruhan korban tewas yang mencapai lebih dari 30, negara bagian pesisir Oregon dan Washington juga mengalami rekor kebakaran yang telah merambah pusat populasi utama.

Di Oregon, 10 orang tewas dalam kebakara yang dipicu oleh kondisi kering.

Hujan diperkirakan akan membawa bantuan yang sangat dibutuhkan untuk beberapa bagian Oregon dan Washington pada Rabu (16/9), tetapi bahaya kebakaran tetap ada di California utara.

Nyala api di sepanjang Pantai Barat--beberapa di antaranya disebabkan sambaran petir--sejauh ini telah menghanguskan lebih dari 2 juta hektare dan memaksa puluhan ribu orang mengungsi.

Bencana tersebut telah membawa isu pemanasan global ke garis depan kampanye kepresidenan AS yang kurang dari dua bulan sebelum pemilu. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP/Handout / Azerbaijani Defence Ministry

Pertempuran Azerbaijan-Armenia Berlangsung Sengit di Hari Kedua

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 29 September 2020, 11:42 WIB
Kematian militer dan warga sipil telah dilaporkan dari kedua sisi, dalam eskalasi kekerasan terburuk sejak...
AFP/Luis ACOSTA

Korban Tewas Covid-19 di Dunia Lewati Angka 1 Juta

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 29 September 2020, 11:10 WIB
Kematian di Amerika Serikat (AS), Brasil, dan India mencapai hampir setengah dari jumlah...
AFP/Ozan Kose

Saudi Larang Impor Semua Produk Turki

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 29 September 2020, 11:07 WIB
Tahun lalu, kerajaan menghentikan impor tekstil dan makanan yang mudah rusak dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya