Kamis 17 September 2020, 09:13 WIB

Negara Kaya Sudah Kuasai Separuh Pasokan Vaksin Covid-19

Basuki Eka Purnama | Internasional
Negara Kaya Sudah Kuasai Separuh Pasokan Vaksin Covid-19

AFP/Natalia KOLESNIKOVA
Seorang relawan mendapatkan suntikan vaksin covid-19 di Moskow, Rusia.

 

SEKELOMPOK negara kaya yang mewakili 12% populasi dunia telah membeli lebih dari separuh dosis vaksin covid-19 yang akan dibuat. Hal itu dilansir Oxfam dalam sebuah laporan yang dilansir Rabu (16/9).

Organisasi itu menganalisa kesepakatan yang dicapai oleh perusahaan farmasi dan produsen untuk lima vaksin yang kini telah memasuki tahap akhir pengujian berdasarkan data yang dikoleksi perusahaan analisa Airfinity.

"Akses terhadap vaksin yang bisa menyelamatkan nyawa tidak seharusnya tergantung pada dimana Anda tinggal atau seberapa banyak uang yang Anda miliki," ujar Robert Silverman dari Oxfam America.

Baca juga: India Alami 5 Juta Kasus Covid-19

"Pengembangan vaksin yang aman dan efektif memang penting. Namun, tidak kalah penting adalah memastikan vaksin itu tersedia dan terjangkau bagi semua orang," imbuhnya.

Lima vaksin yang dianalisa adalah produksi AstraZeneca, Gamaleya/Sputinik, Moderna, Pfizer, dan Sinovac.

Oxfam memperkirakan kapasitas produksi dari kelima vaksin itu adalah 5,9 miliar dosis, cukup untuk 3 miliar orang dengan catatan kelima vaksin itu harus diberikan dua dosis per orang.

Kesepakatan penjualan telah tercapai untuk sebanyak 5,3 miliar dosis dengan 2,7 miliar dosis (51%) dibeli oleh negara maju yang mencakup Amerika Serikat (AS), Inggris, Uni Eropa, Australia, Hong Kong, Makau, Jepang, Swiss, dan Israel.

Sisanya, sebanyak 2,6 dosis telah dibeli atau dijanjikan kepada negara berkembang yang mencakup India, Bangladesh, Tiongkok, Brasil, Indonesia, dan Meksiko.

Karenanya, Oxfam menuntut adanya vaksin gratis yang bisa dibagikan secara adil berdasarkan kebutuhan.

"Ini hanya memungkinkan jika perusahaan famasi mengizinkan vaksin mereka diproduksi secara luas dengan membagikan ilmu mereka tanpa dipatenkan," ujar Oxfam. (AFP/OL-1)

 

Baca Juga

AFP/FETHI BELAID

Emir Kuwait Sheikh Sabah Meninggal di Usia 91 Tahun

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 30 September 2020, 01:48 WIB
Kepergian pemimpin Kuwait itu meninggalkan duka bagi rakyatnya. Dia dianggap oleh banyak orang Arab sebagai operator diplomatik yang cerdas...
AFP

Pertempuran Nagorno-Karabakh masih Membara

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Rabu 30 September 2020, 01:45 WIB
PERTEMPURAN sengit yang meletus, Minggu (27/9), antara pasukan militer Azerbaijan dan Armenia atas wilayah...
AFP

Korban Tewas Covid-19 Lampaui Satu Juta

👤MI 🕔Rabu 30 September 2020, 01:15 WIB
JUMLAH orang di seluruh dunia yang telah meninggal karena covid-19 kini telah melampaui satu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya