Kamis 17 September 2020, 05:27 WIB

KPK Dorong Setneg Bereskan Aset Negara

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
KPK Dorong Setneg Bereskan Aset Negara

Medcom.id
Ilustrasi -- Kompleks GBK Jadi Aset Negara Paling Mahal

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) untuk menertibkan dan memulihkan barang milik negara (BMN). Sejumlah aset milik negara yang akan ditertibkan itu ialah Gelora Bung Karno (GBK), Kemayoran, dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

“Aset-aset milik negara yang menjadi perhatian kami yaitu Gelora Bung Karno, Kemayoran, dan Taman Mini Indonesia Indah,” kata Kepala Satuan Tugas (Satgas) Koordinasi Pencegahan Wilayah II KPK Asep Rahmat Suwandha, kemarin.

KPK mendorong penertiban aset BMN itu lantaran pemanfaatannya belum optimal menyumbang pemasukan bagi keuangan negara. KPK juga mendorong pencegahan kerugian negara dalam pemanfaatan aset-aset tersebut. Asep mengatakan komisi antirasuah akan melakukan pendampingan kepada Setneg untuk meningkatkan kontribusi penerimaan keuangan negara.

Khusus Pusat Pengelolaan Kompleks (PPK) GBK, KPK mengidentifikasi empat persoalan dalam pengelolaannya. Pertama, dalam penetapan status tanah GBK terdapat pencatatan ganda dan penggunaan perjanjian bersama.

Kedua, terdapat aset yang dikuasai pihak lain tanpa perjanjian dan belum membayar royalti, serta hak guna bangunan (HGB). Ketiga, KPK mengidentifikasi adanya aset yang belum selesai proses kepemilikannya. Keempat, KPK mencatat adanya aset komersial dengan kontribusi yang perlu ditinjau kembali.

Untuk aset PPK Kemayoran, KPK mendapati permasalahan hukum pada lahan PPK Kemayoran yang dikerjasa-makan dengan mitra. Untuk TMII, KPK menemukan aset tersebut dimiliki negara yang masih dikelola Yayasan Harapan Kita sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 51 Tahun 1977.

Namun, KPK menyebutkan pada 2017 sudah ada audit legal TMII oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) yang merekomendasikan tiga opsi pengelolaan TMII, yakni menjadi badan layanan umum (BLU), pengoperasian oleh pihak lain, atau kerja sama pemanfaatan (KSP).

Tertibkan

Sekretaris Kemensetneg Setya Utama menyambut positif pendampingan dari KPK untuk menertibkan ketiga aset tersebut. Ia menyatakan Setneg kerap menemui kendala dalam penertiban aset lantaran terdapat konflik dengan pihak ketiga. Setneg juga meminta KPK membantu penertiban BMN lainnya.

“Kami juga berharap agar KPK dapat mendampingi terkait dengan upaya penertiban dan pemulihan aset negara dan aset Kemensetneg lainnya. Sebagai contoh Monumen Nasional (Monas), aset Semanggi, dan Gedung Veteran. Monas belum dicatat oleh Kemensetneg karena dalam proses sertifikasi. Sesuai pengukuran, luas kawasan Monas 716.906 meter persegi,” ujar Setya.

Setya membeberkan Setneg saat ini mengelola aset BMN senilai Rp571,5 triliun. Aset itu antara lain BLU PPK GBK senilai Rp347,8 triliun, BLU PPK Kemayoran senilai Rp143,4 triliun, TMII senilai Rp10,2 triliun, dan Gedung Granada (Veteran) Semanggi senilai Rp2 triliun.

“Aset Monas belum dicatat oleh Kemensetneg karena dalam proses sertifikasi. Sesuai pengukuran BPN, luas kawasan Monas adalah 716.906 meter persegi,” kata Setya.

Kendala yang dihadapi Kemensetneg dalam pengelolaan aset ialah menagih kewajiban para penyewa karena konflik dengan pihak ketiga atau swasta. Padahal, kewajiban penyewa untuk membayar kontrak sudah ditetapkan sejak awal. (Medcom/Ant/P-5)

Baca Juga

Medcom.id

Salut untuk Tenaga Kesehatan

👤Pra/Aiw/X-8 🕔Senin 28 September 2020, 04:56 WIB
Saya menyampaikan penghargaan, apresiasi yang tinggi kepada seluruh tenaga kesehatan karena memang bekerja menangani covid-19 ini tidak...
ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA

Pastikan Masyarakat Tegakkan Disiplin 3M

👤Des/Aiw/X-7 🕔Senin 28 September 2020, 04:48 WIB
Ada sejumlah target yang ditetapkan Presiden Jokowi dalam penugasan tersebut, yaitu menurunkan penambahan kasus harian, peningkatan angka...
Dok.mi/Antara/Tim Riset MI-NRC

Utamakan Kampanye Virtual

👤Indriyani Astuti 🕔Senin 28 September 2020, 04:38 WIB
Para pasangan calon kepala daerah diharapkan bersikap seperti negarawan dengan mematuhi protokol kesehatan dan anjuran kampanye secara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya