Kamis 17 September 2020, 04:49 WIB

Kerja Sama RI-Unicef untuk Pengadaan Vaksin Terjangkau

Aiw/Van/CNA/X-7 | Humaniora
Kerja Sama RI-Unicef untuk Pengadaan Vaksin Terjangkau

Medcom.id
Ilustrasi

 

PEMERINTAH memastikan Indonesia mendapatkan akses vaksin covid-19 melalui berbagai upaya kerja sama dengan organisasi dunia di bidang kesehatan, aliansi vaksin, dan kesiapsiagaan epidemi. “Termasuk potensi untuk memperoleh vaksin melalui covid-19 Vaccine Global Access atau Covax Facility (Access to Covid-19 Tools Accelerator/ACT,” kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam acara penandatanganan kerja sama (MoU) antara Kementerian Kesehatan dan Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (Unicef) di Indonesia dalam rangka pengadaan vaksin dengan harga terjangkau, kemarin.

Penandatanganan kerja sama yang dilakukan Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi, dan Kepala Perwakilan Unicef di Indonesia Debora Comini itu dihadiri pula secara daring oleh Menteri Luar Negeri RI, Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Erick Thohir.

Menurut Menkes, ACT yang dipimpin oleh CEPI Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi, Gavi Aliansi Waksin, serta WHO itu telah bekerja sama dengan produsen vaksin negara maju dan berkembang. Kerja sama itu, lanjut Menkes, untuk memastikan pemerintah dan produsen vaksin mendapatkan akses ketersediaan vaksin covid-19 di seluruh dunia pada seluruh negara.

Hal senada juga dikatakan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Menurutnya, Indonesia masuk kategori advanced market commitment (AMC) pada Covax Facility.

“Dengan begitu, Indonesia mendapatkan jaminan akses terhadap vaksin covid-19 yang terjangkau dan berkualitas untuk 20% populasi berisiko pada akhir 2021,” jelasnya.

Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi mengatakan MoU tersebut mengatur proses pengadaan barang dan jasa melalui Unicef mulai proses pengajuan, pembayaran, sampai pengiriman sehingga diharapkan dapat memperlancar pemberian produk kesehatan esensial untuk masyarakat Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan Unicef Indonesia, Debora Comini, mengatakan Indonesia perlu mendapatkan kemudahan akses terhadap obat-obatan dan vaksin baru.

Sementara itu, Kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan, Selasa (15/9), mengatakan pihaknya berencana mengeluarkan pedoman tentang penggunaan darurat vaksin minggu depan. (Aiw/Van/CNA/X-7)

Baca Juga

ANTARA/Basri Marzuki

Tidak Perlu Panik tentang Kajian Potensi Gempa

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 September 2020, 11:38 WIB
Skenario yang disampaikan tidak serta merta memberikan informasi kejadian gempa dan tsunami di selatan Jawa akan terjadi besok atau...
ANTARA/Puspa Perwitasari

48 Orang yang Kontak dengan Menag Dinyatakan Negatif Covid-19

👤Atikah Ishmah Winahyu, M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 29 September 2020, 11:35 WIB
Sampai saat ini Menag masih menjalani proses perawatan dan isolasi di rumah sakit. Proses isolasi sudah berjalan 12 hari sejak 17 September...
MI/RAMDANI

Penelitian Gempa Bumi untuk Perkuat Mitigasi, Warga Jangan Panik

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 29 September 2020, 11:35 WIB
Sejak beberapa tahun yang lalu para peneliti telah melakukan kajian potensi kejadian tsunami di Pantai Selatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya