Kamis 17 September 2020, 05:40 WIB

Materi Kekerasan Seksual untuk Edukasi Mahasiswa

Bay/H-1 | Humaniora
Materi Kekerasan Seksual untuk Edukasi Mahasiswa

Dok. MI
Universitas Indonesia (UI) tetap akan memberikan materi kekerasan seksual kepada mahasiswa baru angkatan 2020.

 

UNIVERSITAS Indonesia (UI) tetap akan memberikan materi kekerasan seksual kepada mahasiswa baru angkatan 2020. Adanya tudingan bahwa materi tersebut seakan melegalkan kebebasan seks di kampus UI merupakan tafsir yang keliru.  

Perihal kekerasan seksual ini juga tercantum dalam Pakta Integritas UI yang harus ditandatangani mahasiswa baru dalam proses daftar ulang. Sekre­taris UI Kusumayati Agustin menjelaskan pemberian materi kekerasan seksual yang sempat mencuatkan kesalahpahaman itu,  bertujuan memberi pemahaman dan edukasi tentang makna dan definisi kekerasan seksual.

Diakui, banyak reaksi masyarakat pada acara pengenalan mahasiswa baru UI 2020 yang memunculkan salah tafsir. “Sejatinya materi kekerasan seksual bertujuan mengedukasi mahasiswa kami untuk menghindari dan mencegah kekerasan seksual,” kata Agustin pada konferensi pers, kemarin.

Dia mengakui pemberian materi ini tidak mudah dan sensitif. “Pengalaman ini menjadi pelajaran bagi kami bahwa sensitivitas materi kekerasan seksual yang bertujuan mengedukasi mahasiswa memang tidak mudah,” cetusnya.

Beberapa polemik terkait dengan Pakta Integritas (PI)-UI ini sempat viral di media sosial. Salah satunya ialah klausul tentang boleh tidaknya mahasiswa terlibat aktif di luar organisasi intra kampus.

Menanggapi hal tersebut, Ke­tua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Fajar Adi menyatakan pihaknya pada Selasa (15/9) telah menyampaikan pernyataan sikap BEM UI yang menolak PI-UI tersebut. “Kita tahu seluruh mahasiswa UI angkatan 2020 diwajibkan menandatangani PI dalam waktu sehari saja, berikut dengan sederet konsekuen­si apabila tidak mengisinya. Akibatnya, banyak mahasiswa baru itu tidak punya pilihan, kemudian menandatanganinya,” kata Fajar Adi, kemarin.

Menurut mahasiswa Fakultas Hukum UI ini, PI tersebut mengandung banyak poin yang bermasalah, di antaranya mengisyaratkan pengekangan hak-hak mahasiswa dan lepas tanggung jawab pihak universitas terhadap mahasiswanya, yang bertentangan dengan undang-undang dan peraturan lainnya.

Ketua Iluni UI Andre Raha­dian juga berpendapat sebaik­nya produk baru (PI) disosialisasikan lebih dahulu ke para stakeholders fakultas maupun BEM UI yang membidangi kemahasiswaan. (Bay/H-1)

Baca Juga

ANTARA/YUSUF NUGROHO

Teknologi Tingkatkan Kualitas Hidup Anak Penyandang Disabilitas

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Minggu 27 September 2020, 15:45 WIB
Teknologi informasi dan komunikasi (ICT) sangat membantu meningkatkan kualitas hidup anak penyandang disabilitas terutama untuk memutus...
UGM.AC.ID

Sistem Deteksi Gempa UGM Bisa Prediksi Gempa 3 Hari Sebelumnya

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 September 2020, 15:39 WIB
Sistem bekerja berdasarkan perbedaan konsentrasi gas radon dan level air tanah yang merupakan anomali alam sebelum terjadinya gempa...
ANTARA/SENO

Banyak Klaim, Kayuputih dan Eukaliptus Perlu Diteliti Lebih Lanjut

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Minggu 27 September 2020, 15:35 WIB
Minyak kayu putih dianjurkan tidak diminum karena produk ada di pasaran umumnya bukan minyak kayu putih murni, namun dicampur dengan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya