Rabu 16 September 2020, 17:14 WIB

Gunting Bendera Merah-Putih di Sumedang, Polisi Periksa Tiga Saksi

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan
Gunting Bendera Merah-Putih di Sumedang, Polisi Periksa Tiga Saksi

MI/Palce Amalo
Ilustrasi

 

KADIV Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, membenarkan adanya kasus video yang beredar viral di media sosial yang memperlihatkan seseorang melakukan pengguntingan terhadap bendera Merah-Putih.

"Kemudian ada pelapor yang melaporkan ke Polres Sumedang, sehingga penyidik sudah memeriksa tiga orang saksi," ujar Argo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/9).

Argo menjelaskan, atas adanya laporan dari seseorang LP model A Nomor IX/2020 tanggal 15 september 2020, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap terlapor.

Baca juga: Dua Hari Operasi Yustisi PSBB, Denda Terkumpul Rp88 Juta

"Kita juga sudah memeriksa terlapor, ada tiga terlapor untuk kasus ini, pertama inisial PO, inisial AM, ketiga inisial DYH," paparnya.

Video viral tersebut, lanjut Argo, berkaitan dengan adanya perbuatan merusak dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan bendera Merah-Putih dengan cara memotong kemudian dengan menggunakan gunting sehingga terpotong-potong jdi beberapa bagian.

"Saat ini kasus ditangani oleh polres sumedang," ucap Argo.

Argo mengemukakan barang bukti yang diamankan polisi ialah 1 buah gunting warna hitam, dan potong bendera merah putih dan satu buah telepon seluler.

Adapun pasal yang disangkakan yaitu Pasal 66 Undang-Undang RI nomor 24 tahun 2009 Juncto Pasal 24 Huruf A Undang-Undang 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara. (OL-2)

 

Baca Juga

Antara

Operasi Yustisi PSBB, 20 Perkantoran dan 211 Restoran Disegel

👤Rahmatul Fajri 🕔Jumat 25 September 2020, 22:14 WIB
"Perkantoran yang memperbolehkan di luar batas yang ditentukan, kemudian ada tempat makan atau restoran ini ternyata masih ada...
MI/Bary Fathahilah

Gelar Resepsi Pernikahan, Dua Pengelola Gedung Dapat Peringatan

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 25 September 2020, 21:52 WIB
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta menindak dua pengelola gedung karena menggelar resepsi pernikahan di tengah...
dok pribadi

KBPP Polri Jangan Jadikan Alat Politik Praktis

👤Aries Wijaksena 🕔Jumat 25 September 2020, 19:34 WIB
Model manuver politik yang lazim terjadi di organisasi politik, tidak pada tempatnya diterapkan di KBPP...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya