Rabu 16 September 2020, 16:20 WIB

Kemenkes-UNICEF Teken Kerja Sama Pengadaan Vaksin Terjangkau

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Kemenkes-UNICEF Teken Kerja Sama Pengadaan Vaksin Terjangkau

AFP/VINCENZO PINTO
Kandidat vaksin AZD1222 dari University of Oxford, Jumat (11/9).

 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan perwakilan UNICEF di Indonesia dalam rangka pengadaan vaksin dengan harga terjangkau. Sekretaris Jenderal Kemenkes Oscar Primadi mengatakan, MoU yang ditandatangani hari ini bertujuan untuk memperbaharui perjanjian sebelumnya dengan UNICEF pada 2004.

MoU tersebut mengatur proses pengadaan barang dan jasa melalui UNICEF, mulai dari proses pengajuan, pembayaran, sampai pengiriman, sehingga diharapkan dapat memperlancar pemberian produk kesehatan esensial untuk masyarakat Indonesia.

Baca juga: Hari Ini Kasus Covid-19 Sembuh Bertambah 3.036 Orang

Pengadaan dan pembelian vaksin akan dilakukan melalui divisi suplai UNICEF yang berkedudukan di Copenhagen, Denmark. Melalui divisi tersebut, UNICEF dimungkinkan untuk melakukan pemesanan vaksin dengan jumlah yang besar dengan harga yang lebih rendah, sehingga akan terjadi penghematan yang signifikan.

“Kemitraan ini akan memungkinkan Indonesia membeli vaksin baru seperti pneumococcal conjugate vaccine (PCV) dengan harga sepertiga dari harga pasar saat ini. Jika diukur secara nasional, hal ini dapat mencegah hampir 10 ribu kematian anak setiap tahun,” kata Perwakilan UNICEF Indonesia Debora Comini, dalam pernyataan tertulis, Rabu (16/9).

Lebih lanjut, Comini menjelaskan bahwa kesepakatan ini dilatarbelakangi oleh pandemi covid-19. Akibat kasus positif yang terus meningkat dan dengan jumlah kematian tertinggi di Asia Tenggara, dia menilai Indonesia perlu mendapatkan kemudahan akses terhadap obat-obatan dan vaksin baru.

Menurut Comini, ke depan akan banyak negara yang berupaya keras memenuhi kebutuhan vaksin dan obat di wilayahnya. Untuk itu melalui perjanjian kerja sama ini, dia menyakini Indonesia akan mendapatkan banyak keuntungan termasuk penurunan harga vaksin dan obat serta menjalin kerja sama pengembangan vaksin antara produsen dalam negeri Indonesia (Bio Farma) dan UNICEF.

“Sementara kami sangat menantikan vaksin covid-19, kami harus ingat untuk fokus pada hal-hal dasar. Imunisasi rutin untuk anak-anak, rantai pasokan yang kuat, petugas kesehatan terlatih dan masyarakat yang sadar akan manfaatnya. Ini adalah dasar yang tidak boleh kita lupakan,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan bahwa sejak covid-19 ditetapkan sebagai pandemi, Indonesia telah aktif menjalin kerja sama internasional dan multilateral termasuk melalui WHO Access to COVID-19 Tools (ACT) Accelerator – COVAX Facility, dalam rangka mengupayakan kemudahan akses, keamanan dan harga vaksin yang terjangkau.

Indonesia masuk kategori Advanced Market Commitment (AMC) pada COVAX Facility. Dengan masuknya Indonesia pada COVAX Facility, maka Indonesia mendapatkan jaminan akses terhadap vaksin covid-19 yang terjangkau dan berkualitas untuk 20 persen populasi beresiko pada akhir 2021. Hingga kini pemerintah Indonesia terus menjalin komunikasi intensif dengan GAVI dan COVAX Facility guna mengetahui waktu persediaan vaksin dan harganya.

Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dia menuturkan bahwa kemitraan global ini bukan satu-satunya inisiatif global, kerja sama pemerintah dan produsen terus dilakukan untuk memastikan vaksin covid-19 tersedia di seluruh dunia untuk seluruh negara, baik negara yang berpenghasilan tinggi maupun negara berpenghasilan rendah.

Dalam konteks COVAX Facility, UNICEF memiliki peran sangat penting. Setiap negara termasuk Indonesia nantinya akan memiliki akses yang aman, cepat dan merata terhadap vaksin covid-19 apabila nanti vaksin sudah ditetapkan dan kemudian diproduksi.

“UNICEF dan mitra-nya berkomitmen terhadap negara-negara yang telah bergabung dalam COVAX termasuk Indonesia, untuk mengadakan dan memberikan vaksin COVID-19 yang aman dan efektif secara cepat dan dalam skala besar,” ujar Menkes.

Pihaknya berharap, dengan terjalinnya kerja sama tersebut dapat mempercepat pengendalian covid-19 tak hanya Indonesia namun juga dunia.

“Semoga upaya kita bersama dalam memerangi covid-19 ini dapat segera mengakhiri pandemi ini dan mengembalikan kesehatan bangsa dan masyarakat Indonesia seperti sedia kala,” pungkasnya. (H-3)

Baca Juga

Antara/Irwansyah Putra

Digelar Virtual, FLS2N 2020 Kembangkan Talenta Siswa Indonesia

👤Syarief Oebaidillah 🕔Jumat 25 September 2020, 00:08 WIB
Pada masa pandemi Covid-19, siswa mengikuti FLS2N secara daring mengikutsertakan karyanya dari rumah dengan mengunggah karya melalui laman...
Mi/Andri Widiyanto

Asosiasi Travel Sambut Gembira Rencana Arab Saudi Buka Umrah

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 24 September 2020, 23:30 WIB
Disisi lain pihak pemerintah Saudi melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menyeleksi negara yang diperbolehkan menggelar umrah...
Antara/Arif Firmansyah

Pembatasan Sosial Berskala Mikro Lebih Efektif Anggaran

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 24 September 2020, 22:13 WIB
"Dengan pembatasan berskala mikro, kita bisa menggunakan anggaran secara lebih efektif dan optimal. Dana yang digunakan lebih fokus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya