Rabu 16 September 2020, 16:00 WIB

Kemendikbud Gelar PembaTIK Untuk Duta Rumah Belajar

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Kemendikbud Gelar PembaTIK Untuk Duta Rumah Belajar

Dok. Kemendikbud
Ilustrasi Duta Rumah Belajar

 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pusdatin) terus berupaya meningkatkan kompetensi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam pembelajaran.

Dalam kaitan ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengapresiasi program pembelajaran berbasis TIK (PembaTIK) yang dinilai tidak hanya menyinergikan teknologi informasi dalam pembelajaran juga bersemangat mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

"Program Pembelajaran berbasis TIK (PembaTIK) khususnya Rumah Belajar merupakan inisiatif Pusdatin Kemendikbud yang telah menjadi wadah kita bersama untuk terus berinovasi dalam mengajar, "tutur Nadiem ketika membuka Kuliah Umum Pembekalan Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (PembaTIK) Level 4: Berbagi yang berlangsung virtual di Jakarta, Senin (14/9).

Baca juga: Batasi Paparan Gawai sebelum Kecanduan
 

Dengan tajuk Berbagi Inovasi Pembelajaran Berbasis TIK Mewujudkan Merdeka Belajar acara ini diikuti guru calon Duta Rumah Belajar. Selama lima hari ke depan, para peserta akan dibekali wawasan yang berkaitan dengan kemampuan yang mereka miliki melalui tulisan, video, sosial media, video konferensi, serta membentuk guru-guru untuk memiliki kompetensi public speaking.

" Saya mengapresiasi bapak dan ibu guru Duta Rumah Belajar yang tanpa pamrih menjadi contoh di daerah masing-masing dalam melakukan inovasi pembelajaran. Kami segenap jajaran di Kemendikbud terus mendukung inisiatif berinovasi bapak ibu guru semua, " kata Nadiem.

Nadiem juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dedikasinya untuk pemanfaatan teknologi informasi di dunia pendidikan, tak terkecuali untuk Hendriawan S, yang menggawangi pengembangan Rumah Belajar. Sebagai bentuk penghormatan, Nadiem menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya Almarhum. Hendriawan S.

" Kami bangga terhadap dedikasi beliau, mari kita bersama-sama mendoakan almarhum, semoga karya dan dedikasinya menjadi amal ibadah yang diterima di sisi-Nya, " ujarnya.

Dia mengutarakan kegembiraan ketika mengetahui program pelatihan guru PembaTIK tahun ini diikuti lebih dari 60.000 guru, atau seribu persen peningkatannya dari pertama kegiatan ini diselenggarakan dua tahun lalu.

Angka tersebut menurut Nadiem merupakan pencapaian yang luar biasa ,juga penanda banyak guru yang ingin meningkatkan kemampuan mengimplementasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran, terutama di masa pandemi COVID-19.

"Situasi saat ini memaksa kita supaya lebih lebih keras dan lebih cerdas sehingga pembelajaran dapat berlangsung. Oleh karena itu, kompetensi guru dalam penguasaan teknologi menjadi krusial, "tandas Nadiem.

Dijelaskan ,guru adalah bibit penggerak pendidikan. Ia berharap, mereka dapat berinisiatif dan memiliki semangat tinggi untuk meningkatkan kompetensinya menghadapi tuntutan zaman. Tantangan di masa depan bukan berarti akan lebih mudah. Nadiem berharap semangat gotong royong yang semakin mantap di masa pandemi ini, bisa kita teruskan agar kita lebih siap beradaptasi, siap melakukan tindakan. Tidak lagi menunggu perubahan itu terjadi.

Kegiatan PembaTIK telah dilaksanakan sejak bulan Maret 2020 dan dilakukan secara berjenjang (levelling) dengan sistem seleksi dari Level 1: Literasi, Level 2: Implementasi, Level 3: Kreasi, hingga Level 4: Berbagi. Jumlah peserta yang mengikuti program PembaTIK pada tahun ini mencapai 70.312 guru hingga akhirnya terseleksi 1.020 guru per provinsi untuk mengikuti Level Berbagi yang akan dilaksanakan mulai tanggal 14 September 2020 hingga akhir Oktober 2020. Guru-guru peserta Level Berbagi nantinya merupakan calon Duta Rumah Belajar Nasional, guru-guru terlatih yang menjadi penggerak pemanfaatan TIK untuk pembelajaran, terutama dengan Platform Rumah Belajar.

Pelaksana tugas (Plt.) Pusdatin Kemendikbud, Hasan Chabibie mengungkapkan harapannya para peserta akan lebih komunikatif dalam berbagi kemampuan yang dimiliki dalam bentuk menulis artikel, membuat video-video pembelajaran atau memfasilitasi komunikasi efektif. Duta inilah yang akan menjadi agen dalam pemanfaatan TIK yang ada di Kemendikbud. Mereka akan secara kolaboratif dan sinergis berbagi ilmu, pengalaman dan bertukar wawasan dengan semua guru dari seluruh Indonesia.

Menurut Hasan, sejak tahun 2017-2019 para Duta Rumah Belajar yang terpilih mampu secara efektif melaksanakan tugas-tugas induknya dan penggerak inisiator implementator gagasan di tingkat lokal yang secara tidak langsung meningkatkan pemanfaatan TIK sebagai sarana pembelajaran secara nasional.

Kegiatan Kuliah Umum PembaTIK Level 4: Berbagi ini, dimulai pada Senin, 14 September 2020 kemudian dilanjutkan dengan berbagai workshop seputar TIK dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten seperti Charles Bonar Sirait yang membawakan materi terkait Kiat Sukses Bagi Para Pendidik untuk Berkomunikasi dengan Publik, Aktivis Pendidikan dan Pendiri Sokola Rimba, Butet Manurung untuk Motivasi Guru dalam Mengajar, penulis novel best seller Asma Nadia tentang Kiat Penulisan yang Menarik, influencer yang merupakan ex-jurnalis, Wicaksono atau biasa dikenal dengan @Ndorokakung yang akan membawakan Tips Sukses Menggunakan Sosial Media, serta Prof. Eko Indrajit yang menyampaikan Pemanfaatan Media Video Conference untuk Berbagi. (H-3)

Baca Juga

Antara/Irwansyah Putra

Digelar Virtual, FLS2N 2020 Kembangkan Talenta Siswa Indonesia

👤Syarief Oebaidillah 🕔Jumat 25 September 2020, 00:08 WIB
Pada masa pandemi Covid-19, siswa mengikuti FLS2N secara daring mengikutsertakan karyanya dari rumah dengan mengunggah karya melalui laman...
Mi/Andri Widiyanto

Asosiasi Travel Sambut Gembira Rencana Arab Saudi Buka Umrah

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 24 September 2020, 23:30 WIB
Disisi lain pihak pemerintah Saudi melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menyeleksi negara yang diperbolehkan menggelar umrah...
Antara/Arif Firmansyah

Pembatasan Sosial Berskala Mikro Lebih Efektif Anggaran

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 24 September 2020, 22:13 WIB
"Dengan pembatasan berskala mikro, kita bisa menggunakan anggaran secara lebih efektif dan optimal. Dana yang digunakan lebih fokus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya