Rabu 16 September 2020, 13:38 WIB

Puluhan Rumah Warga di Batu Cermin Digusur

John Lewar | Nusantara
Puluhan Rumah Warga di Batu Cermin Digusur

MI/John Lewar
Satpol PP Kabupaten Manggarai Barat berjaga di lokasi permukiman warga Batu Cermin untuk menertibkan para pemilik rumah.

 

PULUHAN rumah warga di desa Batu Cermin Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur terancam digusur oleh pemerintah daerah setempat dan diganti dengan rumah susun dan sekolah. Puluhan rumah itu dibangun di atas tanah milik pemerintah tidak jauh dengan objek wisata gua Batu Cermin. Lebih dari tiga puluh rumah penduduk di areal itu dipastikan dalam waktu dekat akan digusur total oleh pemerintah. 

Para petugas Satpol PP Kabupaten Manggarai Barat telah berjaga di lokasi permukiman warga Batu Cermin untuk menertibkan para pemilik rumah. Kepala Satpol PP Kabupaten Manggarai Barat, Stef Salud mengatakan peringatan lisan sudah disampaikan, termasuk tiga kali peringatan tertulis namun warga tetap tidak pindah dari tanah milik pemkan itu. Dinas Perumahan dan Permukiman Penduduk bersama pemerintah desa ikut mendampingi warga untuk membongkar sendiri rumah mereka. 

"Kami tim terpadu turun ke lokasi menertibkan ini dengan diikuti pemasangan papan nama bertuliskan tanah ini milik pemerintah. Sebaiknya warga membongkar sendiri bangunannya. Jika tidak, pemerintah akan membongkar secarah paksa. Tetapi silahkan yang merasa tidak puas menempuh jalur hukum," ujar Stef, Rabu (16/9).
"ujar Stef tegas.

Stef menambahkan di atas tanah tersebut akan dibangun rumah susun dan gedung sekolah. 

baca juga: Anggaran Pembangunan Jalan Temitabuan-Sesna Rp3,8 Miliar

Kargo salah satu pemilik rumah yang bermukim di atas tanah milik pemerintah mengaku tanah tersebut dibelinya dari Rofina Panil warga Wae Sambil Desa Batu Cermin. Ia mengaku baru mengetahui tanah itu milik Pemkab Mabar lewat surat pemberitahuan dan peringatan.

"Tanah ini kami beli dari Rofina Panul lengkap dengan surat kuitansi jual beli dan tanda tangan kepala desa Batu Cermin," ungkapnya.

Kargo menambahkan masalah ini sudah dilaporkan ke kepolisian  atas dugaan penipuan yang dilakukan Rofina. Menurutnya bukan hanya dia yang membeli tanah itu, tetapi banyak warga yang menjadi korban penipuan jual beli tanah milik pemerintah daerah. (OL-3)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Kota Pariaman Terus Berbenah Maksimalkan Sektor Pariwisata

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 25 September 2020, 00:04 WIB
Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM para pelaku dan pengelola objek wisata...
Antara

Petahana No.1, Mantu Jokowi No.2 di Pilwakot Medan

👤Yoseph Pencawan 🕔Kamis 24 September 2020, 23:50 WIB
KOMISI Pemilihan Umum Kota Medan, Sumatera Utara telah menetapkan nomor urut dua pasangan calon yang akan berkompetisi dalam Pilkada 2020...
Istimewa

Antusias 80 Pasutri di Bima Ikuti PLEK

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 September 2020, 23:10 WIB
SEBANYAK 160 peserta dari 80 pasutri ketua kelompok tani (Poktan) di Kabupaten Bima ,NTB antusias mengikuti Pelatihan Literasi dan Edukasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya