Rabu 16 September 2020, 12:05 WIB

Inflasi Rendah Beri Peluang BI Longgarkan Kebijakan Moneter

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Inflasi Rendah Beri Peluang BI Longgarkan Kebijakan  Moneter

MI/Rommy Pujianto
Inflasi yang rendah membuka peluang bagi pelonggaran kebijakan moneter.

 

INFLASI tahunan pada bulan Agustus terus turun ke level terendah dalam dua dekade terakhir menjadi 1,32% (yoy) dari 1,54% (yoy) pada bulan sebelumnya.

"Meski pemerintah telah melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak Juni, inflasi masih di bawah kisaran target BI selama tiga bulan berturut-turut, karena konsumen tetap berhati-hati pergi ke pusat perbelanjaan dan tempat umum setelah kasus harian terkonfirmasi infeksi Covid-19 terus meningkat," kata analis Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI Teuku Riefky, melalui rilis yang diterima, Rabu (16/9).

Belanja konsumen yang lesu juga ditangkap dalam deflasi bulanan dua bulan berturut-turut sebesar -0,05% (mtm) dan -0,10 (mtm) pada bulan Agustus dan Juli.

Selain itu, tren penurunan inflasi inti tahunan dan bulanan menjadi 1,99% (yoy) dan 0,29% (mtm) dari 2,07% (yoy) pada bulan sebelumnya dan 0,38% (mtm) pada bulan yang sama tahun lalu, menunjukkan bahwa daya beli belum pulih.

Rendahnya angka inflasi di bulan Agustus didorong oleh penurunan harga bahan makanan, energi, dan harga barang bergejolak, sementara harga yang diatur pemerintah meningkat menjadi 1,03% (yoy) dari 0,70% (yoy) pada bulan sebelumnya karena tren kenaikan harga rokok yang terus berlanjut.

Saat bersamaan, pelonggaran pembatasan aktivitas berpergian sedikit, meningkatkan harga di sektor transportasi menjadi deflasi -0,13% (yoy) dari -0,71% (yoy) bulan lalu.

Di sisi lain, melambatnya permintaan konsumen tidak terlepas dari deflasi paling tajam pada harga makanan dan minuman di bulan Agustus yang tercatat pada deflasi tahunan dan bulanan harga bahan makanan masing-masing sebesar -0,85% (yoy) dan -1,29% (mtm), lebih rendah dibandingkan inflasi 0,46% (yoy) pada bulan sebelumnya dan 0,01% (mtm) pada bulan yang sama tahun lalu.

Kelompok harga bahan makanan yang bergejolak juga mengalami deflasi tahunan dan bulanan sebesar -1,09% (yoy) dan -1,44% (mtm) pada bulan Agustus akibat musim panen.

Selain itu, hampir semua harga di setiap kelompok barang mengalami tekanan deflasi di bulan Agustus, kecuali harga barang perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang tertahan dari gangguan permintaan selama krisis kesehatan.

"Karena pandemi tidak akan hilang seluruhnya dalam waktu dekat, permintaan agregat yang lesu akan terus menahan angka inflasi dalam beberapa bulan mendatang," kata Riefky.

Penerapan kembali PSBB di wilayah Jakarta juga akan memberikan tekanan tambahan pada kegiatan ekonomi, sehingga mendorong permintaan agregat dan inflasi yang lebih rendah.

Di sisi lain, peningkatan jumlah uang beredar akibat langkah ekspansif bank sentral dan Pemerintah Indonesia diperkirakan akan memberikan pengaruh terbatas terhadap inflasi.

"Perkiraan tingkat inflasi yang rendah selama sisa periode di tahun ini dapat memberikan momentum yang cukup bagi Bank Indonesia (BI) untuk kembali melonggarkan kebijakan moneternya," tukas Riefky. (E-1)

Baca Juga

Ist

Petani di Kabupaten Dairi, Sumut, Kembangkan Benih Vanili Lokal

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 19 September 2020, 15:26 WIB
Tanaman vanili banyak terserang penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan jamur Fusarium batatatis sehingga petani menurun minatnya...
Antara/Muhammad Iqbal

Kemenhub Gandeng UI Bikin Kajian Standar Kesehatan di Pesawat

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 19 September 2020, 15:05 WIB
Selain dari pihak penyedia transportasi udara, dibutuhkan kerjasama masyarakat dan penumpang untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan...
Ist

Tinggalkan Kimia, Petani Produksi Pupuk dan Pestisida Organik

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 19 September 2020, 15:05 WIB
Pupuk dan pestisida organik yang diproduksi menggunakan bahan-bahan yang sangat mudah diperoleh dan tersedia di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya