Rabu 16 September 2020, 11:43 WIB

Tak Ada Solusi 2 Negara di Kesepatan Bahrain dan UEA dengan Israel

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Tak Ada Solusi 2 Negara di Kesepatan Bahrain dan UEA dengan Israel

AFP/SAUL LOEB
Pemimpin Israel, AS, Bahrain, dan UEA berpose di balkon Gedung Putih usai menandatangani kesepakatan normalisasi hubungan.

 

DOKUMEN normalisasi hubungan yang ditandatangani Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain dengan Israel secara samar-samar menyerukan 'solusi untuk konflik Israel-Palestina'. Tetapi tidak secara eksplisit menyinggung solusi dua negara atau masalah permukiman ilegal Israel.

Kesepakatan normalisasi yang ditandatangani Israel dengan UEA dan Bahrain, Selasa (15/9), tidak termasuk komitmen mengupayakan solusi dua negara, melainkan cukup dengan mengupayakan akhir yang 'adil' untuk konflik Israel-Palestina.

Beberapa jam setelah upacara penandatanganan di halaman Gedung Putih, Gedung Putih merilis teks perjanjian yang telah lama ditunggu-tunggu, yang tampaknya menunjukkan kemenangan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Baca juga:Trump Yakin Arab Saudi akan Akui Israel

Sejak mengemukakan pandangannya terhadap paradigma dua negara dalam sebuah pidato pada 2009 di Universitas Bar Ilan, Neyanyahu perlahan-lahan beralih dari dukungannya terhadap konsep tersebut.

Dalam dokumen 'Perjanjian Perdamaian' yang ditandatangani Israel dan UEA, kedua belah pihak 'mengingatkan kembali' rencana perdamaian Trump Januari lalu, sebuah proposal yang ditentang keras oleh Otoritas Palestina, karena memberi jalan bagi pencaplokan Israel atas semua permukiman di Tepi Barat dan Lembah Yordania.

Kedua belah pihak kemudian berkomitmen "untuk melanjutkan upaya mereka untuk mencapai solusi yang adil, komprehensif, realistis, dan bertahan lama untuk konflik Israel-Palestina."

Perjanjian tersebut kemudian menyatakan dalam semangat perjanjian damai yang dicapai Israel dengan Mesir pada 1979 dan Yordania pada 1994. Israel dan Abu Dhabi berkomitmen untuk bekerja sama untuk mewujudkan solusi yang dinegosiasikan untuk konflik Israel-Palestina yang memenuhi kebutuhan dan aspirasi yang sah kedua belah pihak, dan untuk memajukan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran Timur Tengah yang komprehensif."

Dalam dokumen “Deklarasi Perdamaian” yang tidak terlalu formal yang ditandatangani Israel dengan Bahrain, kata-katanya hampir identik. Deklarasi Israel-Bahrain menyatakan kedua pihak akan melanjutkan "upaya untuk mencapai resolusi yang adil, komprehensif, dan abadi untuk konflik Israel-Palestina."

Keputusan normalisasi hubungan dikritik banyak pihak. Pasalnya UEA dan Bahrain telah menjadi pendukung kuat solusi dua negara dalam mengakhiri konflik Israel-Palestina. (Times of Israel/OL-1)

Baca Juga

AFP/Handout / RUSSIAN FOREIGN MINISTRY

Menlu Tiongkok Sebut Kebijakan Perdagangan AS Bawa Bencana

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 29 September 2020, 10:39 WIB
Di tengah pandemi, negara-negara harus berjuang bersama dan mengabaikan segala...
AFP/Armenian Foreign Ministry

DK PBB Gelar Pertemuan Darurat Bahas Armenia-Azerbaijan

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 29 September 2020, 08:48 WIB
Pertemuan itu akan diadakan pada pukul 17.00 waktu setempat, Selasa...
Spencer Platt/Getty Images/AFP

WHO : Kematian Global Covid 19 Mungkin Lebih Kecil Dari Sebenarnya

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 September 2020, 07:54 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kematian global akibat covid-19 kemungkinan lebih kecil dari sebenarnya. Alasannya ada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya