Rabu 16 September 2020, 08:11 WIB

ICW Wanti-Wanti Intervensi pada Putusan Pelanggaran Etik Firli

Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum
ICW Wanti-Wanti Intervensi pada Putusan Pelanggaran Etik Firli

ANTARA/Elora Ranu
Ketua KPK Firli Bahuri berjalan menghindari wartawan usai mengikuti sidang lanjutan terkait dugaan pelanggaran kode etik, di gedung KPK.

 

INDONESIA Corruption Watch (ICW) mewanti-wanti adanya intervensi dalam hasil putusan sidang dugaan pelanggaran etik Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri. Sebab, pembacaan putusan tersebut ditunda dari jadwal yang ditetapkan.

"Jangan sampai jelang pengumuman, pekan depan, dimanfaatkan oknum atau kelompok tertentu untuk mencoba mengintervensi proses sidang etik di Dewan Pengawas (Dewas) KPK," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9).

Dewas KPK dinilai lamban memutuskan hasil sidang. Putusan mestinya lebih cepat dibacakan lantaran menyangkut dugaan gaya hidup mewah seorang pejabat negara.

Baca juga: Penundaan Putusan Pelanggaran Etik Ketua KPK Disesalkan

"Semestinya sejak beberapa waktu lalu, Dewas sudah bisa memutuskan hal tersebut," ujar Kurnia.

Kurnia berharap tidak ada yang beranggapan tindakan Firli bukan merupakan gaya hidup hedonis. Sebab penggunaan helikopter dalam perjalanan dari Palembang ke Baturaja, Sumatra Selatan dinilai berlebihan.

"Ada banyak transportasi publik atau pribadi yang dapat digunakan, dari pada mesti memakai helikopter mewah itu," ujar Kurnia.

Sidang pembacaan putusan etik Firli awalnya dijadwalkan pada Selasa (15/9). Namun sidang ditunda hingga Rabu (23/9) pekan depan.

Penundaan sidang lantaran KPK masih melakukan penanganan dan pengendalian penyebaran covid-19 di lingkungan KPK. Anggota Dewas KPK mesti melakukan swab test lantaran sempat berinteraksi dengan salah satu pegawai yang positif covid-19.

Firli dilaporkan Masyarakat Antikorupsi Indonesia (Maki) ke Dewas KPK terkait penggunaan helikopter mewah untuk perjalanan dari Palembang ke Baturaja, Sumatra Selatan, 20 Juni lalu. Perjalanan Firli ke Baturaja itu untuk ziarah makam orangtuanya.

Firli diduga melanggar kode etik dalam Peraturan Dewan Pengawas KPK Nomor 02 Tahun 2020 yakni Pasal 4 ayat (1) huruf c atau Pasal 4 ayat (1) huruf n atau Pasal 4 ayat (2) huruf m dan/atau Pasal 8 ayat (1) huruf f.

Pasal-pasal tersebut mengatur nilai integritas dan kepemimpinan meliputi kewajiban menjaga citra KPK, tindakan yang selalu melekat sebagai insan KPK, larangan bergaya hidup hedonisme, dan wajib menunjukkan keteladanan perilaku sehari-hari. (OL-1)

Baca Juga

dok.mi

Yusril Akhirnya Dapatkan Keadilan di Mahkamah Agung

👤Yoseph Pencawan 🕔Jumat 25 September 2020, 00:30 WIB
TERDAKWA Yusril yang divonis bersalah pada PN Mandailing Natal atas kasus pencurian, vonis tetsebut dibatalkan oleh putusan kasasi Mahkamah...
Antara/Hafidz Mubarak A

Pilkada 2020, Kapolri: Anggota Polri Harus Netral

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 24 September 2020, 23:46 WIB
Idham menuturkan seluruh anggota Polri harus tetap professional dan netral selama Pilkada Serentak 2020 yang bakal digelar di Indonesia...
Antara

Joko Hartono Tirto Dituntut Seumur Hidup

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 24 September 2020, 21:21 WIB
Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto dituntut pidana seumur hidup dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi kasis...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya