Rabu 16 September 2020, 07:22 WIB

UEA dan Bahrain Resmi Normalisasi Hubungan dengan Israel

Basuki Eka Purnama, Faustinus Nua | Internasional
UEA dan Bahrain Resmi Normalisasi Hubungan dengan Israel

AFP/SAUL LOEB
Presiden AS Donald Trump (kedua dari kiri) bersama pemimpin Israel, Bahrain, dan UEA usai penandatangan normalisasi hubungan di Gedung Putih

 

UNI Emirat Arab (UEA) dan Bahrain, Selasa (15/9), menandatangani kesepakatan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Keduanya menjadi negara Arab pertama dalam seperempat abad mengakhiri tabu yang berlangsung lama, dalam sebuah persekutuan kembali yang strategis negara-negara Timur Tengah melawan Iran.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadi tuan rumah penandatanganan normalisasi hubungan itu di Gedung Putih, menyelesaikan satu bulan yang dramatis saat untuk pertama kalinya UEA lalu Bahrain sepakat membalikkan beberapa dekade permusuhan tanpa penyelesaian atas pertikaian Israel dengan rakyat Palestina.

Di depan kerumunan ratusan orang di halaman Gedung Putih, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menandatangani kesepakatan dengan Menlu UEA
Sheikh Abdullah bin Zayed al-Nahyan dan Menlu Bahrain Abdulatif Al Zayani.

Baca juga: Biden Sebut Trump Perusak Iklim

Kesepakatan itu, yang dikecam rakyat Palestina, menjadikan UEA dan Bahrain menjadi negara Arab ketiga dan keempat yang mengambil langkah-langkah tersebut menuju hubungan yang normal sejak Israel menandatangani perjanjian damai dengan Mesir pada 1979 dan Yordania pada 1994.

Bertemu Netanyahu sebelumnya di Ruang Oval, Trump mengatakan, "Kita akan memiliki sedikitnya lima atau enam negara yang menyusul segera untuk membangun kesepakatan mereka sendiri dengan Israel."

Kemudian Trump mengatakan kepada wartawan bahwa, negara Teluk Arab ketiga, Arab Saudi, akan membuat kesepakatan dengan Israel 'pada saat yang tepat'.

Kabinet Arab Saudi menekankan, dalam satu pernyataan, kebutuhan untuk satu 'solusi adil dan menyeluruh' bagi isu Palestina.

Arab Saudi merupakan kekuatan terbesar di kawasan Teluk Arab. Rajanya merupakan penguasa Tanah Suci bagi umat Islam dan memerintah negara pengekspor minyak terbesar dunia. Meski ada keengganan, persetujuan diam-diam kerajaan itu terhadap kesepakatan dipandang krusial.

Upacara penandatanganan itu memberi Trump citra yang bernilai saat dia berusaha mempertahankan kekuasaan dalam pilpres 3 November. Bendera-bendera AS, UEA, dan Bahrain berkibaran.

"Kita di sini sore ini mengubah jalannya sejarah," kata Trump dari balkon Gedung Putih. (Ant/OL-1)

Baca Juga

MANDEL NGAN / AFP

Lampu Hijau Trump untuk Transisi

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 25 November 2020, 03:50 WIB
Tim Biden sekarang akan memiliki dana federal dan kantor resmi untuk melakukan transisi hingga Biden menjabat pada 20 Januari...
ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP

Mantan Ketua The Fed akan Jadi Menkeu AS

👤AFP/Aiw/Nur/X-11 🕔Rabu 25 November 2020, 03:40 WIB
Penasihat transisi Biden, Jen Psaki, mencicitkan bahwa Biden berencana mengumumkan beberapa anggota tim ekonomi yang akan bekerja dengannya...
AFP

Redam Korona, Ratusan Penerbangan di Shanghai Dibatalkan

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 24 November 2020, 23:40 WIB
Pejabat kesehatan telah menguji ribuan staf di Bandara Internasional Pudong sejak sejumlah kecil kasus covid-19 di kota itu dikaitkan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya