Rabu 16 September 2020, 05:50 WIB

Penyerang Ali Jaber Alami Gangguan Jiwa 5 Tahun

Cah/Pra/P-1 | Politik dan Hukum
Penyerang Ali Jaber Alami Gangguan Jiwa  5 Tahun

DOK KEMENKOMEDSOS
Menko Polhukam Mahfud MD berbicang dengan Syekh Ali Jaber (kiri) di kediaman ulama tersebut di Cempaka Putih, Jakarta, Senin (14/9).

 

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar menjanjikan akan mendalami informasi yang menyebutkan pelaku penusukan ulama Syekh Ali Jaber berinisial AA mengalami gangguan jiwa.

“Berdasarkan keterangan beberapa saksi dan informasi dari lingkungan keluarga menyebutkan pelaku penusukan Syekh Ali Jaber mengalami gangguan jiwa sudah sejak 5 tahun lalu,” kata Boy Rafli dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI, kemarin.

Menurut dia, keterangan pelaku mengalami gangguan jiwa itu dibuktikan dengan surat keterangan yang diterbitkan sebuah rumah sakit di Lampung pada 2016.

Boy mengatakan BNPT tidak percaya begitu saja atas informasi dan keterangan tersebut sehingga bekerja sama dengan penegak hukum untuk mendalami apakah yang bersangkutan benar-benar gila atau hanya pura-pura mengalami gangguan kejiwaan.

Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan MD pun menjanjikan pemerintah akan mengusut tuntas pelaku penusukan hingga mendapatkan hukuman setimpal.

“Insya Allah kita akan menuntaskannya secara sangat terbuka kepada masyarakat, kepada Syekh dan keluarga semuanya, insya Allah. Kita akan memprosesnya secara baik berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama sudah terungkap, dan prosesnya bisa lebih cepat,” ujar Mahfud.

Mahfud pun menyampaikan rasa simpati atas peristiwa penusukan terhadap Syekh Ali Jaber dan meminta aparat kepolisian segera menuntaskan kasus tersebut secara terbuka berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia. Mahfud juga mendoakan Syekh Ali Jaber
segera pulih dan bisa kembali berdakwah.

“Saya atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia terutama umat Islam, ikut mendoakan mudah-mudahan segera pulih kembali dan berkiprah kembali membangun kehidupan rohaniah yang lebih sehat bagi umat Islam Indonesia.”

Syekh Ali Jaber menambahkan, penusukan terhadap dirinya tidak perlu dikaitkan dengan isu apa pun. Pihak keamanan telah bekerja dengan cepat mengusut pelaku dan berharap kejadian serupa tak terulang kembali.

“Ini kejadian qadarullah tidak dikaitkan dengan apapun dan isu apa pun. Insya Allah saya sepenuhnya memberikan kepercayaan kepada pemerintah khususnya aparat kepolisian.”

Menurut dia, insiden ini mesti menjadi pelajaran seluruh pihak khususnya dalam rangka wawas diri. Ke depan, perlakuan yang sama tidak boleh terulang kembali dan terhadap siapa pun. (Cah/Pra/P-1)

Baca Juga

Dok.MI

Polisi Tingkatkan Kasus Peretasan Tempo dan Tirto ke Penyidikan

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 22:05 WIB
Untuk pendalaman, pihaknya menunggu data dari pelapor dan hasil audit dari pihak...
MI/Ardi Teristi Hardi

Amien: Partai Ummat Akan Tegakkan Keadilan & Berantas Kezaliman

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 20:37 WIB
Bahwa hanya Negara yang mampu melakukan kezaliman kolosan tetapi sebaliknya pula hanya negara yang dapat menegakan kedilan secara...
ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

Pelaksanaan Pilkada Rusak Semangat Penanganan Covid-19

👤Andhika prasetyo 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 20:05 WIB
LIPI menilai penyelenggaraan pilkada sangat bertentangan dengan upaya mencegah penyebaran...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya