Rabu 16 September 2020, 05:04 WIB

Pemerintah Jamin Vaksin Covid-19 Halal

Ins/Try/Hym/Arab News/X-7 | Humaniora
Pemerintah Jamin Vaksin Covid-19 Halal

Medcom.id
Ilustrasi

 

PEMERINTAH menjamin vaksin covid-19 yang bakal diproduksi untuk masyarakat tesertifi kasi halal. Vaksin dari Tiongkok, Sinovac, yang tengah diuji klinis tahap tiga, telah dikirim ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memastikan kehalalan vaksin tersebut.

“Kita pastikan vaksin ini halal dan sesuai standar. Kita kirim juga ke Badan POM dan ke China pada Oktober ini bersama MUI,” kata Ketua Pelaksana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir dalam webinar Kementerian Perhubungan di Jakarta, kemarin, dengan tajuk Transportasi Sehat, Indonesia Maju.

Erick yang juga Menteri BUMN mengaku sudah melaporkan soal vaksin halal kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada Jumat (11/9). Dalam laporan itu Erick menuturkan bahwa Indonesia akan mendapat 30 juta dosis vaksin covid-19 pada akhir 2020 dan 300 juta dosis untuk 2021.

Selain dari Tiongkok, vaksin dari Uni Emirat Arab (UAE), G42, juga dipilih Indonesia. Di samping itu, untuk menambah ketersediaan vaksin, pemerintah bakal memproduksi vaksin Merah Putih. Diperkirakan, pada 2021 ada 280 juta-310 juta stok vaksin Merah Putih.

“Adanya stok vaksin bisa membuat tingkat kesembuhan meningkat dan tingkat kematian menurun,” tambahnya.

Erick pun menuturkan tingkat kesembuhan covid-19 di Indonesia di atas negara lain, seperti Prancis dan Amerika Serikat.

“Prancis tingkat kesembuhannya 23,4% dan tingkat kematian 8%, dengan kasus aktif 68%. Di Amerika, tingkat kesembuhan 60%, tingkat kematian 3%, kasus aktif 38%. Sementara tingkat kesembuhan kita 71%,” jelasnya.

Kasus kematian akibat covid-19 dan kasus aktif di Indonesia, ujar Erick lagi, juga lebih rendah daripada Prancis. Namun, jika dibandingkan dengan Jepang, kasus kesembuhan covid-19 di Indonesia kalah persentasenya.

Secara terpisah, hal senada disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam webinar Sarasehan 100 Ekonom. Menurutnya, jumlah tes yang dilakukan Indonesia sudah cukup besar, yakni 2,6 juta tes.

Per 14 September, lanjutnya, yang sembuh lebih banyak, 71,5%. Itu sudah perbaikan ketimbang di awal Mei yang baru sekitar 15%. Tingkat fatality rate (meninggal) juga turun dari sebelumnya mendekati 9%, sekarang sudah sekitar 4%.

Lebih lanjut, Erick mengatakan pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi positif di 2021. Hal itu seiring dengan ketersediaan vaksin di awal tahun depan. Menurutnya, ketersediaan vaksin menjadi kunci utama dalam pemulihan ekonomi nasional.

Sementara itu, Uni Emirat Arab, Senin (14/9), memberikan persetujuan darurat bagi petugas kesehatan untuk menggunakan vaksin covid-19 yang saat ini sedang dalam pengujian fase ketiga. (Ins/Try/Hym/Arab News/X-7)

Baca Juga

ANTARA/ SIGIT KURNIAWAN

KLHK Tegaskan Komitmen Pemerintah Hentikan Izin Baru

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 13:45 WIB
Pemanfaatan hutan sebagai sumberdaya ekonomi harus memperhatikan aspek ekologi dan konsep keberlanjutan. Salah satu upaya ialah penghentian...
ANTARA/ MOHAMMAD AYUDHA

Wamenag Kesal Soal Foto Kolase Wapres Ma'ruf Amin di Medsos

👤Suryani Wandari Putri 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 13:20 WIB
Etika bermedia sosial hendaknya dipegang oleh siapa saja agar tidak merugikan orang lain. UU ITE bisa menindaklanjutinya ke ranah hukum...
MI

Pemerintah Harus Dewasa Sikapi Isu Komunisme

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 13:09 WIB
Ia juga mengimbau kepada semua elemen bangsa untuk tidak memperuncing perbedaan sejarah. Semua harus menjaga dan memperkuat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya