Rabu 16 September 2020, 04:35 WIB

Birokrat Jangan Coba-coba Ubah Ideologi Pancasila

Ardi T Hardi | Politik dan Hukum
Birokrat Jangan Coba-coba Ubah Ideologi Pancasila

MI/Ardi T Hardi
KEPALA Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof KH Yudian Wahyudi

 

KEPALA Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof KH Yudian Wahyudi menegaskan, Pancasila merupakan konsensus bersama bangsa yang harus dipertahankan dan dihidupkan. Fakta bahwa Pancasila dan Bhinneka Tunggal
Ika mampu mempersatukan ribuan suku bangsa Indonesia dengan ratusan bahasa membuktikan Pancasila sebagai mukijzat yang patut disyukuri dan dipertahankan oleh birokrat.

"Birokrat tidak boleh mendustakan nikmat terbesar ini (Pancasila) dengan coba-coba menggantinya dengan ideologi lain," tegas Yudian di hadapan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (PUPR) Angkatan III Tahun 2020 di Balai Pengembangan Kompetensi PUPR di Yogyakarta, Selasa malam (15/9).

Menurut dia, menerima dan membudayakan nilai-nilai Pancasila di pemerintahan adalah bagian dari bela negara di lingkungan birokrasi.

Lebih lanjut, Yudian menjelaskan bahwa tantangan bangsa semakin kompleks akibat perubahan geopolitik dunia dan perubahan sosial di dalam negeri. Di antara tantangan geopolitik tersebut adalah pertarungan atas batas wilayah
di Laut Cina Selatan, berubahnya batas wilayah akibat perubahan iklim yang menenggelamkan pulau-pulau terluar, ideologi islam transnasional, dan resesi global akibat pandemi covid-19.

Dari dalam negeri, bangsa juga menghadapi tantangan internal dalam bentuk masih tingginya angka kesenjangan sosial, menguatnya eksklusivisme beragama yang mengancam keberagaman, dan merebaknya berita hoaks.

Salah satu tantangan besar di lingkungan birokrasi adalah masih maraknya praktik korupsi. Praktik tersebut dicoba dimitigasi melalui pembudayaan Pancasila sebagai bagian dari agenda revolusi mental pemerintah.

“Para birokrat harus ingat bahwa mereka hanyalah warga biasa yang diberi otoritas melalui SK. Jika terbukti korupsi, keistimewaan otoritas ini akan dicabut dan bahkan akan dipenjara,� ujar Yudian menasihati para peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator.

Yudian dalam kesempatan itu juga mengajak para birokrat meneladani tokoh-tokoh perjuangan perjuangan bangsa. Mereka memberi teladan bagi kita senantiasa bekerja untuk rakyat.

Meski dilakukan secara offline, Pelatihan Kepemimpinan Administrator ini diselenggarakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Di atas meja peserta dipasang sekat untuk menghindarkan potensi penularan covid-19. Selama
acara, semua peserta dan petugas juga mengenakan masker. (OL-13)

 

Baca Juga

MI/Adam Dwi

KPK Tegaskan Masih Buru Pemberi Suap Nurhadi

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 19 September 2020, 22:21 WIB
"Hingga saat ini KPK masih terus mencari keberadaan yang bersangkutan, tim terus melakukan pengejaran," tegas Pelaksana Tugas...
MI/Andri Widiyanto

Pimpinan KPU Positif Covid-19, Persiapan Pilkada tak Terganggu

👤Tri Subarkah 🕔Sabtu 19 September 2020, 22:02 WIB
Kendati terpapar covid-19, Pramono menegaakan, persiapan penyelenggaraan Pilkada yang tinggal hitungan bulan tidak terganggu. Ia mengatakan...
Antara/Hafidz Mubarak

1 Bakal Calon Kepala Daerah di Pilkada 2020 Belum Serahkan LHKPN

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 19 September 2020, 20:11 WIB
"KPK mengimbau bagi yang belum menyampaikan laporan hartanya dan akan melanjutkan pencalonannya, agar segera menyampaikan laporan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya