Rabu 16 September 2020, 05:40 WIB

Wah, Tinja Anak Jadi Sumber Penularan Virus Korona

Fer/H-2 | Humaniora
Wah, Tinja Anak Jadi Sumber Penularan Virus Korona

Medcom.id
Ilustrasi penularan virus korona.

 

RISET terbaru yang diterbitkan di Journal of The American Medical Association (JAMA) Pediatrics akhir Agustus 2020 lalu mengungkapkan bahwa materi genetik SARS-CoV-2 pada pasien anak dapat bertahan hingga 17,6 hari lamanya.

Tak hanya pada anak yang bergejala, studi ini menyebutkan bahwa virus penyebab covid-19 itu juga terdeteksi selama 14 hari pada anak-anak yang tak bergejala.

Studi dilakukan pada 91 anak tanpa gejala, mulai timbul gejala korona, dan gejala yang telah didiagnosis dengan covid-19 antara 18 Februari dan 31 Maret di Korea Selatan.

Dokter spesialis anak dari RS Hasan Sadikin Bandung, dr Anggraini Alam, menyampaikan bahwa covid-19 pada tinja anak bahkan bisa bertahan lama ketimbang pemeriksaan usap pada saluran pernapasan orang dewasa. Tak mengherankan jika ada kasus covid-19 yang justru ditemukan dari sampel tinja dan bukan di tenggorokan anak.

"Artinya, pada tinja anak-anak potensial menularkan," terang ahli infeksi dan penyakit tropis pada anak itu kepada Media Indonesia, belum lama ini.

Fakta itu, menurutnya, cukup mengkhawatirkan mengingat kotoran anak-anak banyak ditemukan di tampon (pampers) dan berpotensi menjadi sumber penularan covid-19 bagi orang dewasa di sekitarnya.

Ia pun meminta masyarakat untuk tidak memandang enteng masalah meskipun secara angka kasus covid-19 pada anak tidak sebanyak orang dewasa.

"Buang popok sekali pakai atau bekas buang air besar pasien di kamar mandi atau bungkus rapat dengan kantong plastik lalu buang di tempat sampah," ujarnya.

Orangtua juga dianjurkan untuk menjaga anaknya tetap di rumah. Jikapun harus keluar rumah, anak wajib memakai masker dan menjaga jarak dengan anak lain.

Menurut Anggraini, jumlah virus pada anak di bawah 5 tahun bahkan bisa lebih tinggi daripada jumlah virus pada orang dewasa, yakni berkisar 10 sampai 100 kali lipat walau anak belum memperlihatkan gejala.

Dilansir dari Fox News, Kepala di Departemen Mikrobiologi Chinese University di Hong Kong mengatakan pengambilan sampel virus lewat tinja cocok bagi anak-anak karena viral load (beban virus) jauh lebih tinggi daripada orang dewasa. Karena itu juga, Hong Kong berencana memperluas pengujian covid-19 dari feses untuk orang-orang dari kalangan lanjut usia dan bayi. (Fer/H-2)

Baca Juga

MI/RAMDANI

Wamenag Ajak Masyarakat Perkuat Kerukunan dan Toleransi

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Minggu 20 September 2020, 10:16 WIB
Persatuan dan kesatuan, kata Zainut, bukan hanya tugas sekelompok masyarakat atau agama. Melainkan seluruh masyarakat...
ANTARA FOTO/Anis Efizudin

Komitemen GP Ansor pada Sesama Dipuji

👤Cah/Dhk/Ant/P-1 🕔Minggu 20 September 2020, 06:00 WIB
Dari hati yang paling dalam, saya menyampaikan rasa bangga kepada GP Ansor yang menjadi bagian penting dalam membangun visi kebangsaan...
MI/AGUS M

Belum Kendur Mengantar Ratu Kalinyamat

👤Sru/N-2 🕔Minggu 20 September 2020, 05:44 WIB
Hadir pula sebagai pembicara pakar maritim dan geopolitik Malaka dan Indonesia Timur Connie Rahakundini Bakrie dan puluhan narasumber...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya