Rabu 16 September 2020, 04:30 WIB

Penjara Seumur Hidup untuk Warga Israel

Penjara Seumur Hidup untuk Warga Israel

AFP
Tersangka pembakar rumah warga Palestina, Amiram Ben-Uliel

 

PENGADILAN Israel, kemarin, menjatuhkan vonis penjara seumur hidup kepada seorang pemukim Yahudi yang membakar rumah warga Palestina di Tepi Barat sehingga mengakibatkan dua warga dan anak balita mereka tewas.

Amiram Ben-Uliel, 25, divonis pengadilan di Kota Lod menyusul persidangannya sejak Mei atas pembunuhan yang terjadi pada 2015. Dia juga dinyatakan bersalah atas dua dakwaan, yaitu percobaan pembunuhan dan pembakaran serta konspirasi untuk melakukan kejahatan rasial.

Ben-Uliel melemparkan bom molotov melalui jendela ke dalam rumah keluarga Dawabsha di Desa Duma di Tepi Barat yang diduduki Israel. Ahmed Dawabsha, 4, mengalami luka bakar parah, sedangkan Ali, yaitu saudara laki-lakinya yang berusia 18 bulan bersama ibunya, Riham, dan ayahnya, Saed, tewas.

“Direncanakan dengan hatihati dan didorong ideologi ekstremis dan rasialisme, (BenUliel membunuh) semata-mata karena mereka orang Arab yang tinggal di Duma. Dia memutuskan bahwa kematian mereka akan membalaskan dendam Malachi Rosenfeld”, kata pengadilan.

Rosenfeld ialah seorang warga Israel yang ditembak mati sebulan sebelumnya oleh seorang Palestina di dekat permukiman Shilo, Tepi Barat. Ben-Uliel akan menghabiskan minimal 15 tahun di balik jeruji besi dengan hukuman mundur ke penangkapannya pada 2015. 

Pengadilan juga memerintahkan dia untuk membayar hampir 1 juta shekel atau US$290 ribu sebagai kompensasi. Namun, Ben-Uliel menolak untuk bersaksi di persidangan.

Pengacaranya berusaha untuk mendiskualifikasi pengakuan dan bukti penuntutan lainnya karena menurutnya diperoleh secara paksa oleh para interogator Dinas Keamanan Shin Bet. Tim hukum Ben-Uliel lalu mengatakan akan mengajukan banding atas keputusan pengadilan.

Kasus pembunuhan tersebut juga mempertajam masalah ekstremisme di kalangan warga Yahudi. Muncul tuduhan bahwa pemerintah Israel tidak berbuat cukup untuk mencegah kekerasan semacam itu. Pengadilan mengatakan pembakaran keluarga Dawabsha itu merupakan pembunuhan berencana. (AFP/Van/X-11)
 

Baca Juga

AFP/MLADEN ANTONOV

Pendemo Tuntut Reformasi Monarki

👤 (Hym/Al Jazeera/I-1) 🕔Senin 21 September 2020, 06:00 WIB
RIBUAN pengunjuk rasa Thailand telah berbaris di dekat Grand Palace di Bangkok demi menyerahkan serangkaian tuntutan untuk reformasi...
 (Photo by MICHAEL TEWELDE / AFP)

Gutteres tidak Ambil Tindakan

👤 (Hym/Straits Times/I-1) 🕔Senin 21 September 2020, 05:50 WIB
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan kepada Dewan Keamanan pada Sabtu (19/9) bahwa dia tidak dapat mengambil...
AFP/IRANIAN PRESIDENCY

Tolak Tunduk Pada AS, Iran Apresiasi Komunitas Internasional

👤Faustinus Nua 🕔Senin 21 September 2020, 05:31 WIB
"Tekanan maksimum AS terhadap bangsa Iran, secara politik dan hukum, telah berubah menjadi isolasi maksimum bagi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya