Rabu 16 September 2020, 00:35 WIB

Petahana masih Melenggang tanpa Lawan

(AS/LD/MG/DY/N-2) | Nusantara
Petahana masih Melenggang tanpa Lawan

istimewa
Arif Sugiyanto

 

TAHUN ini, nama Arif Sugiyanto belum tersaingi di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Terbukti, saat wakil bupati itu maju dalam Pilkada 2020, semua partai merubungnya.

Sebaliknya, Bupati petahana KH Yazid Mahfudz, ketika menyatakan ingin maju lagi, tidak dilirik. Di Kebumen, Arif memilih berpasangan dengan calon wakil bupati, Ristawati Purwaningsih.

Di Jawa Tengah, Arif-Rista tidak sendiri melawan kotak kosong. Ada lima pasangan calon kepala daerah lain yang tidak mendapat saingan. Mereka ada di Kota Semarang, Kabupaten Sragen, Boyolali, Grobogan, dan Wonosobo. Lima daerah menampilkan pasangan calon tunggal petahana dan hanya Grobogan yang menampilkan wajah baru.

"Kami tetap menyiapkan segala sesuatu, meski hanya melawan kotak kosong," kata Hendrar Prihadi, petahana Wali Kota Semarang.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Jawa Tengah, Yulianto Sudrajad menyatakan setelah masa perpanjangan pendaftaran pasangan calon ditutup akhir pekan lalu, tidak ada pasangan calon baru yang mendaftar di enam daerah itu. "Di 6 daerah, paslon melawan kotak kosong."

Namun, Ketua KPUD Kebumen Yulianto menambahkan, bukan tidak mungkin Arif-Rista terjegal. "Meski calon tunggal, mereka harus tetap mengikuti proses pemeriksaan kesehatan. Secara resmi, KPU akan mengumumkan pasangan calon yang memenuhi syarat pada 23 September."

Riak penyelenggaraan pilkada sudah mulai meletup di Sumenep, Jawa Timur. Kemarin, seluruh anggota Bawaslu melakukan protes dengan cara keluar ruangan saat Rapat Pleno KPUD digelar untuk menetapkan daftar pemilih hasil pemutakhiran.

"Kami protes karena nota keberatan atas dugaan banyaknya kesalahan dalam proses pemutakhiran data pemilih tidak diindahkan KPU. Kami tidak menandatangani hasil pleno," tegas Ketua Bawaslu Anwar Nooris.

Namun, Ketua KPU Ahmad Warits tidak keder. "Walk out anggota Bawaslu tidak berpengaruh pada kelanjutan tahapan pilkada. Hasil hasil pleno tetap sah."

Di Kalimantan Selatan, Masyarakat dan Pers Pemantau Pemilihan Umum (Mappilu) mendesak KPU dan aparat bersikap tegas dalam penegakan aturan protokol kesehatan selama tahapan pilkada. "Kepatuhan terhadap protokol kesehatan sangat penting," tandas Ketua Mappilu PWI Suprapto Sastro Atmojo. (AS/LD/MG/DY/N-2)

Baca Juga

MI/Djoko Sardjono

Pasien Positif Covid-19 di Klaten Bertambah 11 Orang

👤Djoko Sardjono 🕔Jumat 25 September 2020, 08:22 WIB
"Saat ini, lima pasien menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan enam pasien lainnya isolasi mandiri di bawah pengawasan ketat...
MI/Hijrah Ibrahim

Bawaslu di Provinsi Maluku Utara Diminta Tetap Independen

👤Hijrah Ibrahim 🕔Jumat 25 September 2020, 07:55 WIB
Apabila ada penyelenggara pengawas dari tingkat atas hingga bawah yang berpihak kepada salah satu pasangan calon maka tidak segan-segan...
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

BNPP akan Tambah Kewenangan Camat di Perbatasan Negara

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 25 September 2020, 07:32 WIB
Camat di perbatasan negara memiliki multidisiplin ilmu yang tidak sama dengan camat di wilayah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya