Selasa 15 September 2020, 20:53 WIB

PSBB, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal 3 Diprediksi Negatif Lebih Dalam

M. Ilham ramadhan Avisena | Ekonomi
PSBB, Pertumbuhan Ekonomi Kuartal 3 Diprediksi Negatif Lebih Dalam

MI.Andri Widiyanto
Suasana PSBB Jakarta di pusat perekonomian Jakarta Jalan Jenderal Sudirman

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pertumbuhan ekonomi triwulan III 2020 bakal terkontraksi lebih dalam dari yang diproyeksikan di kisaran minus 2,1% hingga 0%. Perkiraan itu dilandasi adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta sejak Senin (14/9).

“Sekarang ini kita masih melihat skalanya, mungkin akan menurun. Kalau estimasi kita untuk triwulan III, sekitar 0,0% hingga minus 2,1%. Kalaupun kita melihat seperti yang terjadi pada Maret lalu, di mana terjadi PSBB drastis, penurunan bisa terjadi sampai sekitar 2%, kita perkirakan mungkin untuk lower end-nya menjadi lebih rendah dari 2,1%,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (15/9).

Ia menambahkan, secara pasti ihwal perkiraan pertumbuhan ekonomi di triwulan III 2020 baru bisa dilakukan bendahara negara ketika PSBB yang saat ini berlaku kembali dilonggarkan. Meski besar kemungkinan akan tumbuh minus lebih dalam dari yang diproyeksikan, perempuan yang karib disapa Ani itu berharap tidak lebih buruk dari realisasi pertumbuhan triwulan II 2020 yang minus 5,32%.

Saat ini, pemerintah masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional secara menyeluruh di 2020 berada dalam kisaran minus 0,2% hingga 1,1%.

Baca juga : Pemerintah Optimis Pertumbuhan Ekonomi Positif di 2021

“Ada 8 provinsi yang masih bisa dikendalikan kasus covidnya. sehingga kita bisa mengikuti trajectory forecast kita yang secara bertahap terjadi pemulihan pada triwulan IV. Secara total, kisaran masih di 1,1% hingga minus 0,2%,” jelasnya.

DKI Jakarta, kata Ani, yang menyumbang kontribusi pada perekonomian nasional hingga 17% perlu menjadi perhatian. Sebab, dengan penerapan PSBB saat ini kegiatan perekonomian di Ibu Kota akan paling terdampak.

Dus, pemerintah berisap diri bila nantinya pertumbuhan ekonomi nasional berada dalam batas bawah proyeksi yang dibuat, yakni di angka 0,2%.

“Kita harus mempersiapkan kita akan berada di lower end-nya. Untuk DKI, karena dia memberikan kontribusi hampir 17,72% dari PDB kita, dan pada triwulan II kemarin sudah cukup dalam kontraksinya, pada triwulan III ini saya harapkan tidak akan mengalami penurunan lebih dalam pada September ini,” pungkas Ani. (OL-7)

Baca Juga

MI/MOHAMAD IRFAN

BI dan Mendag Bersinergi Perkuat Pasar Dalam Negeri

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 30 September 2020, 19:55 WIB
Sinergi dan kerja sama tersebut mencakup tujuh hal di bidang ekonomi dan...
Antara

Ketahanan Pangan Kunci Melewati Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 30 September 2020, 18:50 WIB
Ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat, menurut Lestari, setidaknya akan membangun optimisme di tengah wabah...
DOK KEMENTAN

Mentan SYL Panen Padi di Aceh Besar

👤mediaindonesia.xom 🕔Rabu 30 September 2020, 18:10 WIB
Kementan memberikan bantuan sarana produksi, alat pra panen dan pasca panen serta mendorong para petani untuk menggunakan fasilitas Kredit...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya