Selasa 15 September 2020, 17:15 WIB

Kali Ketiga, PT Indominco Mandiri Serahkan Area Rehabilitasi DAS

mediaindonesia.com | Humaniora
 

PT Indominco Mandiri (IMM) anak usaha dari PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM), menyerahkan hasil Penanaman dalam Rangka Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (Rehab DAS) kepada pemerintah seluas 3.040 hektare (ha) pada 14 September 2020 dalam sebuah acara webinar.

Acara Serah Terima tersebut adalah puncak rangkaian dari kegiatan penanaman Rehab DAS yang telah melalui tahapan kegiatan dan evaluasi. Area Rehab DAS yang diserahkan oleh IMM kali ini adalah kawasan yang telah dilakukan pengayaan tanaman sejak tahun 2015.

Serah terima dilakukan oleh Direktur Utama PT Indominco Mandiri, AH Bramantya Putra kepada Direktur Jenderal PDASHL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) disaksikan langsung oleh Wakil Menteri LHK Alue Dohong. Kegiatan ini dilakukan secara virtual dan melibatkan masyarakat sekitar hutan untuk ikut berbincang dengan Wakil Menteri KLHK.

Padaprosesnya, pengayaan tanaman dalam kawasan Rehab DAS melewati tiga fase. Fase pertama disebut P0 yakni tahun pertama penanaman. Kemudian dilanjutkan dengan fase P.1 dan P.2 sebutan untuk perawatan tahun kedua dan ketiga hingga pelaksanaan evaluasi keberhasilan.

Penilaian dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (Ditjen PDASHL) mengacu pada kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan.

Rehab DAS sejatinya adalah kewajiban tambahan yang dibebankan oleh Pemerintah kepada perusahaan pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH). Berdasarkan Keputusan Menhut No. 2628/Menhut-V/RHL/2012 tanggal 14 Mei 2012, dan Keputusan MenLHK nomor SK.8671/MenLHK-PDASHL/KTA/DAS.1/12/218, tanggal 18 Des 2018, pemegang IPPKH seperti halnya IMM berkewajiban melakukan Rehab DAS seluas izin konsesi yang dipegangnya.

Peraturan ini juga menyatakan bahwa daerah yang ditanami dalam rangka Rehab DAS harus berada di luar daerah konsesinya yang ditetapkan oleh Pemerintah sebagai daerah aliran yang kritis dan perlu dilakukan rehabilitasi.

IMM mempunyai kewajiban melakukan penanaman dalam rangka Rehab DAS seluas 24.600 ha. IMM yang telah mulai memenuhi kewajiban melaksanakan Rehab DAS sejak 2013, secara keseluruhan telah menyerahkan kepada pemerintah seluas 6.640 ha.

Jumlah tersebut adalah akumulasi dari penyerahan sebelumnya seluas 600 ha pada 2017, 3.000 ha pada 2018, dan pada 2020 ini seluas 3.040 ha.

Sinergi dengan para pemangku kepentingan
Era Tjahja Saputra, Kepala Tehnik Tambang IMM, menyampaikan bahwa status hutan di daerah Melawan yang vegetasinya diperkaya dalam program ini, termasuk dalam kawasan Taman Nasional Kutai (TNK). Di sekitar zona rehabilitasi ini juga tinggal masyarakat yang hidup bergantung pada pengolahan hutan. Oleh karena itu pada prosesnya, IMM bekerja sama dengan TNK dalam melakukan pengawasan kawasan.

Keberadaan masyarakat pemangku hutan juga menjadi perhatian khusus IMM. IMM memiliki keyakinan bahwa masyarakat yang sadar hutan, dan memiliki sumber pendapatan ekonomi yang baik, akan menjadi masyarakat yang ramah hutan. Oleh karena itu, masyarakat dilibatkan dalam berbagai kegiatan seperti penyediaan bibit, perawatan, dan pemantauan. Ke depan, diharapkan masyarakat terbiasa dengan teknik pembibitan tanaman yang dapat dikembangkan menjadi model usaha masyarakat.

Kepala Balai TNK, Nur Patria Kurniawan menyatakan bahwakegiatan Rehab DAS IMM yang dilakukan bersamaan dengan pemberdayaan masyarakat adalah hal yang layak diapresiasi.

“IMM telah melibatkan sekitar 150 warga masyarakat dan hal ini diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat perambah hutan menjadi masyarakat pemangku hutan yang bertanggungjawab,” ungkapnya.

IMM juga bekerja sama secara rapat dengan instansi Kehutanan baik di daerah maupun pusat untuk memastikan kegiatan ini dapat memenuhi kriteria keberhasilan yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Kepala BP DAS Mahakam-Berau, Sudaryanto menyatakan apa yang dilakukan IMM dapat mendukung perekonomian masyarakat jika diperkuat dengan pembinaan kelembagaan.

Menjalankan usaha dengan pendekatan keberlanjutan
IMM dan seluruh grup ITM memiliki komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Ini sesuai Visi Perusahaan dalam menjalankan operasinya. Kegiatan Rehab DAS adalah upaya Perusahaan dalam menjaga ekosistem di wilayah DAS Kalimantan.

Upaya ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi ketersediaan air tanah bagi masyarakat yang sekaligus menjaga kondisi hutan tetap lestari.

“Berikanlah peran lebih kepada masyarakat dalam pelaksanaan rehabilitasi DAS mulai dari penyiapan bibit, penyiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga pengamanan tanaman baik dari hama tanaman maupun bahaya kebakaran,” pinta Wamen Alue Dohong.

Direktur Utama IMM menyatakan bahwa tanggung jawab harus dimiliki oleh pelaku usaha termasuk pertambangan. “Kami percaya industri akan tumbuh baik jika dijalankan dengan mempraktikkan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan,” tegas Bramantya Putra.

Jejak langkah tanggung jawab IMM pada masyarakat dan lingkungan telah ditorehkan sepanjang operasinya di Kalimantan Timur. Pengelolaan keanekaragaman hayati di kawasan hutan pratambang adalah contoh praktik melebihi kepatuhan yang dilakukan. Sejak 2010, kegiatan konservasi spesies kunci dilakukan bersama antara IMM dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Kebun Raya Purwodadi Jawa Timur.

Hasilnya, spesies kunci tersebut dikembangkan di instalasi nursery IMM dan KR Purwodadi. Pada ujungnya, tanaman hasil program ini disisipkan di hutan reklamasi bekas tambang sebagai pengayaan tanaman lokal.

Sebuah buku bertajuk 'Saat Tambang Mengelola Keanekaragaman Hayati' diterbitkan untuk mendokumentasikan kegiatan ini. Bekerja sama dengan Universitas Mulawarman, buku ini telah dibedah oleh para praktisi dan akademisi untuk mendapatkan ulasan dan masukan.

Dalam berusaha, IMM menyokong ketersediaan energi bagi kehidupan dengan pendekatan Pembangunan Berkelanjutan untuk menyiapkan warisan yang baik untuk generasi mendatang. (RO/OL-10)

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

Klaster Pendidikan Dicabut dari RUU Ciptaker

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 25 September 2020, 06:20 WIB
Peran pemerintah dalam mereformasi distribusi dana BOS sudah tepat dengan mengedepankan prinsip keadilan bukan dihitung berdasarkan jumlah...
ANTARA FOTO/Agus Bebeng

Surat Nikah Inggit-Soekarno Dijual

👤Ant/H-1 🕔Jumat 25 September 2020, 06:10 WIB
Arsiparis dari Dispusip Kota Bandung, Juni Akbar, menyarankan hal tersebut karena dokumen surat dari tokoh pendiri bangsa itu memiliki...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Gaungkan Kesadaran Kontrasepsi

👤Wan/H-2 🕔Jumat 25 September 2020, 06:00 WIB
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggaungkan kembali kesadaran berkontrasepsi seiring dengan kompleksnya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya