Selasa 15 September 2020, 16:17 WIB

Erick Ungkap Alasan Pemerintah tidak "Lockdown"

mediaindonesia.com | Humaniora
Erick Ungkap Alasan Pemerintah tidak "Lockdown"

Ist
Erick Thohir

 

MENTERI BUMN yang juga Ketua Pelaksana Satgas Covid-19 Erick Thohir mengungkapkan alasan pemerintah tidak mengambil kebijakan kuncitara atau lockdown dalam masa pandemi Covid-19, yakni bukan semata-mata mementingkan sektor ekonomi.

‘’Pemerintah tidak  lockdown bukan suatu keputusan seakan-akan hanya memproteksi kepentingan ekonomi, saya rasa tidak,’’ kata Erick dalam paparannya pada Kick Off Webinar Series yang bertajuk  Transportasi Sehat, Indonesia Maju di Jakarta, Selasa (15/9).

Erick menjelaskan tidak ada satu negara pun yang memiliki formula dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

‘’Tidak ada negara yang punya formula dengan pemulihan ekonomi. Formula masing-masing negara sangat berbeda karena belum pernah terjadi seperti ini, kesehatan berdampak kepada dunia usaha dan moneter,’’ katanya.

Dibandingkan dengan negara G20 lainnya, seperti Amerika Serikat, Prancis dan Italia, Erick menilai Indonesia masih memiliki posisi yang sangat baik.

‘’Kalau kita lihat negara-negara G20 lainnya apakah India minus 23 persen, Inggris, Prancis Amerika Serikat, kita dalam posisi sangat baik. Dibandingkan Aisa Tenggara juga sama seperti itu jika dibandingkan Malaysia, Filipina Singapura, Thailand dan lainnya,’’ ujarnya.

Untuk itu, dia mengatakan tahun ini harus fokus terlebih dahulu ke sektor kesehatan dengan melaksanakan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Baca juga : Selain Sanksi, Sosialisasi PSBB Harus Terus Digenjot

‘’Kalau melihat tren ini, maka ini timeline yang disepakati komite tidak bisa dibalik-balik. Testing, tracing, treatment  sebuah keharusan,’’ katanya.

Ia berharap vaksinasi secara masif dan agresif bisa mulai dilakukan tahun depan yang beriringan dengan stimulus investasi yang juga akan bergerak.

‘’Kalau vaksin diharapkan dimulai awal tahun depan ya tentu bagaimana investasi stimulus ekonomi terus berjalan seiring tanpa melupakan bantuan produktif. Kita berharap nantinya sudah banyak riset menyatakan pertumbuhan ekonomi tahun depan kita lihat Indonesia bisa kembali positif. Tetapi kalau tumbuh benar-benar sebelum covid baru kuartal I 2022,’’ katanya.

Setelah Indonesia Sehat berhasil dicapai, lanjut Erick, maka langkah selanjutnya adalah Indonesia Tumbuh.

‘’Nomor 1 adalah prioritas Indonesia sehat. Kita enggak pernah bicara Indonesia tumbuh kalau Indonesia sehatnya tidak berjalan baik. Kita tidak bicara Indonesia bekerja kalau Indonesia tidak fokus kepada kesehatan. Karena itu prioritas rakyat aman dari covid dan tentu reformasi layanan kesehatan jadi penting,’’ katanya.

Erick menilai pandemi COVID-19 menjadi kesempatan untuk mereformasi sistem kesehatan atau transformasi untuk ekonomi. (Ant/OL-2)

 

 

Baca Juga

MI/ANDRI WIDIYANTO

Klaster Pendidikan Dicabut dari RUU Ciptaker

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 25 September 2020, 06:20 WIB
Peran pemerintah dalam mereformasi distribusi dana BOS sudah tepat dengan mengedepankan prinsip keadilan bukan dihitung berdasarkan jumlah...
ANTARA FOTO/Agus Bebeng

Surat Nikah Inggit-Soekarno Dijual

👤Ant/H-1 🕔Jumat 25 September 2020, 06:10 WIB
Arsiparis dari Dispusip Kota Bandung, Juni Akbar, menyarankan hal tersebut karena dokumen surat dari tokoh pendiri bangsa itu memiliki...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Gaungkan Kesadaran Kontrasepsi

👤Wan/H-2 🕔Jumat 25 September 2020, 06:00 WIB
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggaungkan kembali kesadaran berkontrasepsi seiring dengan kompleksnya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya