Selasa 15 September 2020, 15:55 WIB

IDI: Pakai Masker, Jangan Cuma Sampai Dagu

Putri Anisa Yuliani | Humaniora
IDI: Pakai Masker, Jangan Cuma Sampai Dagu

MI/Fransisco Carolio Hutama Gani
Pedagang pasar mengenakan masker yang diberikan Gerakan Pakai Masker

 

KETUA Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Mohammad Faqih mengingatkan agar masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau 3M ketika hendak bertransportasi umum.

"Pakailah masker. Begitu keluar rumah jangan pernah lepaskan masker. Pakainya harus tepat menutup hidung, mulut, dan dagu. Jangan cuma sampai dagu," kata Daeng dalam webinar bertajuk 'Bijak Bertransportasi di Tengah Pandemi Covid-19' hari ini.

Baca juga: Pengusaha Mal: Pengunjung Baru 35%, Eh Ada PSBB Lagi

Ia juga mengatakan masker bedah sebenarnya adalah masker yang paling aman untuk digunakan masyarakat sehari-hari. Masker bedah didisain dengan dua lapisan berbeda.

Lapisan dalam adalah lapisan yang bisa menyerap cairan atau droplet yang keluar dari mulut atau hidung ketika bernapas dan berbicara. Sementara lapisan luar adalah lapisan anti air atau 'waterproof' yang dapat menahan droplet yang dikeluarkan oleh orang lain sehingga tidak terserap oleh hidung dan mulut si pengguna.

"Jadi kalau dulu kan pemerintah mancanangkan pakai masker kain karena masker bedah mahal dan sulit. Sekarang kalau harganya sudah murah dan mudah didapat, bolehlah masyarakat memakai masker beda kembali karena lebih efektif," jelasnya.

Namun, jika terlanjur memiliki masker kain dalam jumlah banyak atau masih kesulitan untuk membeli masker bedah, Daeng tidak mempermasalahkan penggunaan masker kain.

"Namun, harus diingat agar masker kainnya juga yang baik. Cara pengujiannya dengan ditiup. Jika maskernya menggembung artinya cukup tahan. Tapi jika tidak menggembung maka lapisannya masih kurang. Bisa dilapisi lagi di bagian dalam dengan lipatan saputangan. Memang akan jadi lebih pengap, tapi ini untuk pelrindungan," tuturnya.

Baca juga: Selama Pandemi, 49,8% Perokok tak Mengubah Kebiasaannya

Warga pun diharapkan mengesampingkan rasa pengap, panas, atau tidak nyaman saat memakai masker seharian. Warga bisa menggunakan cara apapun untuk tetap nyaman seperti mengganti-ganti masker kainnya, atau menggunakan cairan minyak angin.

"Apapun caranya boleh supaya nyaman pakai masker. Yang penting maskernya dipakai. Protokol kesehatan ini sangat penting ya karena kita tahu sendiri penularan sudah sangat mengkhawatirkan dan RS-RS sudah mulai penuh," tandasnya. (OL-6)

Baca Juga

BPPA

Tiba di Indonesia, 51 Nelayan Aceh dari Thailand Dikarantina

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 22:05 WIB
Mereka ditangkap di Perairan Andaman pada 21 Januari dan 10 Maret 2020 lalu dibebaskan setelah mendapat pengampunan dari Raja Thailand Rama...
DOK Fonterra

Tenaga Surya jadi Alternatif Sumber Energi

👤Widhoroso 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 21:14 WIB
Penerapan sistem panel surya ini akan mensuplai sekitar 15%-25% daya energi yang dibutuhkan untuk menjalankan...
Antara

Pandemi Covid-19 Mengubah Tatanan di Perguruan Tinggi

👤 Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 20:50 WIB
PANDEMI covid-19 yang telah berlangsung berbulan-bulan telah membawa perubahan yang mendasar bagi kehidupan masyarakat, termasuk kegiatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya