Selasa 15 September 2020, 14:40 WIB

Penanganan Kasus Pinangki oleh Kejaksaan Agung Diapresiasi

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Penanganan Kasus Pinangki oleh Kejaksaan Agung Diapresiasi

MI/Fransisco Carollio
Jaksa Pinangki Sirna Malasari

 

PENGAMAT hukum pidana Universitas Al Azhar Indonesia Suparji Ahmad mengapresiai penanganan perkara Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang dilakukan Kejaksaan Agung. Pasalnya, proses penyidikan yang dilakukan Kejagung berjalan relatif cepat. Bahkan, berkas perkara sedang disiapkan untuk segera diserahkan kepada pengadilan.

"Ini patut diapresiasi, sebuah kemajuan dan kesungguhan bagi Kejaksaan Agung untuk menegakan hukum," ujar Suparji kepada mediaindonesia.com, Selasa (15/9).

Kendati demikian, Suparji mengingatkan banyak tantangan yang dihadapi  Kejagung dalam menangani perkara dugaan gratifikasi dari terpidana kasus hak tagih Bank Bali Joko S Tjandra kepada Pinangki.

Misalnya, sambung Suparji, Kejagung tidak ingin menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan penyidikan yang hanya berhenti di sosok Pinangki. Hal tersebut menurut Suparji telah menimbulkan keraguan publik.

Senin (14/9), Kejagung kembali memanggil Pinangki dan Joko Tjandra. Menurut Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan berkas administrasi Pinangki untuk keperluan penuntutan.

"Persiapan-persiapan untuk penyelesaian berkas Pinangki, sehingga kepentingan administrasi itu mereka dipanggil, saya rasa ini percepatan saja untuk berkas Pinangki," jelas Febrie.

Baca juga : Dewas KPK Jalani Swab, Sidang Putusan Kasus Etik Ditunda

Menurut Febrie, berkas penuntutan untuk tersangka Pinangki segera diserahkan ke pengadilan dalam hitungan hari.

"Secepatnya ya, kita berharap juga ya mungkin secepatnya, satu dua hari ini mudah-mudahan sudah bisa kita dorong," tandas Febrie.

Kejagung telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkara ini. Selain Joko Tjandra dan Pinangki, satu orang lagi yang telah ditetapkan tersangka adalah mantan politisi partai NasDem Andi Irfan Jaya.

Pinangki diduga menerima uang dari Joko Tjandra sebesar US$500 ribu atau sekitar Rp7 miliar. Kejagung menduga suap antara Joko Tjandra dan Pinangki dijembatani Andi Irfan. (P-5)

Baca Juga

MI/ Fransisco Carolio Hutama Gani

Kekayaan Gibran Capai Rp21 Miliar, Ini Rinciannya

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Jumat 25 September 2020, 20:00 WIB
Kekayaan terbesar disumbang dari aset tanah dan bangunan senilai...
Antara

Polri: Cleaning Service Tajir Sudah Masuk Materi Penyidikan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 25 September 2020, 18:50 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono, menuturkan fakta tersebut sudah masuk ke materi penyidikan. Sehingga, Awi tak bisa...
MI/SUSANTO

MA Ringankan Hukuman Eks Panitera Pengadilan Jakarta Timur

👤Dhika kusuma winata 🕔Jumat 25 September 2020, 18:35 WIB
Hukumannya diringankan dari 4,5 tahun penjara menjadi 2...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya