Selasa 15 September 2020, 14:30 WIB

RUU Brexit Disahkan, Uni Eropa Meradang

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
RUU Brexit Disahkan, Uni Eropa Meradang

AFP/John Thys
Seorang anggota parlemen menggunakan selendang dengan gambar bendera Inggris dan Uni Eropa. ​​​​​​​

 

MAJELIS Rendah (House of Commons) Inggris mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) terkait perceraian Inggris dari Uni Eropa (Brexit). RUU yang mengemuka dalam pemungutan suara Senin (14/9) waktu setempat, diusulkan Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson.

Namun, tetap ada pertentangan dari mantan PM Inggris dan anggota Partai Konservatif. RUU Pasar Internal disahkan dengan suara mayoritas 340 berbanding 263. Kritikus menyebut tindakan itu sebagai pelanggaran hukum internasional.

RUU yang diperdebatkan Majelis Rendah sepanjang Senin malam, bertentangan dengan perjanjian Brexit versi Uni Eropa. Langkah itu menimbulkan kritik dari mitra Uni Eropa dan anggota parlemen Konservatif.

Baca juga: Inggris Tolak Penundaan Transisi Pasca-Brexit

Dengan melewati pembahasan kedua, RUU akan menghadapi perdebatan empat hari lagi. Pada tahap itu, anggota parlemen masih bisa menyisipkan revisi yang bisa mengubah makna RUU secara keseluruhan.

Pengesahan RUU pun memicu kecaman luas dari kalangan politikus dan partai. "Masih tidak percaya apa yang kita saksikan," bunyi cuitan Caroline Lucas, seorang anggota parlemen dari Partai Hijau.

"Ini tidak ada hubungannya dengan pandangan tentang Brexit--ini tentang siapa kita sebagai sebuah negara--tentang supremasi hukum--tentang prinsip paling dasar dari demokrasi liberal," tegasnya.

Partai Nasional Skotlandia juga mengecam RUU tersebut. “Itu melanggar hukum internasional, menyerang demokrasi Skotlandia. Serta, mengancam NHS dan layanan publik kami. Memaksakan Brexit yang ekstrem bertentangan dengan keinginan kami,” bunyi pernyataan partai.

Baca juga: Uni Eropa Kembali Ingatkan Konsekuensi dari Brexit

RUU tersebut mencakup ketentuan bahwa pemerintah Inggris dapat menyampingkan perjanjian penarikan yang dibuat dengan Uni Eropa. Dalam hal ini, terkait perdagangan antara Inggris daratan dan Irlandia Utara.

Sebelumnya, Johnson mengklaim Uni Eropa berusaha memaksa Inggris untuk menerima peraturan tertentu. Blok tersebut dikatakannya mengancam untuk menggunakan “interpretasi ekstrem” dari perjanjian Brexit.

Dia menyebut RUU yang diusulkan sebagai “paket kekuatan pelindung”. Serta, tidak akan menyampingkan perjanjian dengan Uni Eropa. Namun, memungkinkan pemerintah untuk merespons ancaman dari blok tersebut.(Deutsche Welle/OL-11)

 

Baca Juga

AFP/ DOK KEMENTERIAN PERTAHANAN AZERBAIJAN

Hentikan Pertempuran Azerbaijan-Armenia

👤NUR AIVANNI 🕔Selasa 29 September 2020, 06:45 WIB
SEKRETARIS Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Minggu (27/9) menyatakan sangat prihatin atas konflik terbaru...
AFP/Mandel Ngan

AS akan Distribusikan 150 Juta Alat Rapid Test

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 29 September 2020, 06:41 WIB
Alat rapid test tersebut bisa memberikan hasil dalam 15 menit, mirip dengan alat tes...
AFP/MANDEL NGAN

Ini 5 Poin Penting Laporan NY Times Terkait Pajak Trump

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 29 September 2020, 06:29 WIB
Tidak ada pajak penghasilan yang dibayarkan Trump selama 11 dari 18 tahun yang ditinjau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya