Selasa 15 September 2020, 13:36 WIB

Airlangga: Angka Kesembuhan Covid-19 di Indonesia 71,5%

Fetry Wuryasti | Humaniora
Airlangga: Angka Kesembuhan Covid-19 di Indonesia 71,5%

Dok MI
Covid-19

 

PEMERINTAH melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan tingkat kesembuhan dari pasien Covid-19 di Indonesia sudah lebih baik.

Dalam penjabaran mengenai informasi terbaru perkembangan covid-19 di Indonesia dia mengatakan dari jumlah tes yang dilakukan Indonesia dia lihat sudah cukup besar, yaitu 2,6 juta tes. Tentunya semakin banyak tes maka akan diketahui situasi dari masyarakat.

Baca juga: BPJAMSOSTEK Dukung Upaya Pemerintah Cegah Penularan Covid-19

Per 14 September, kasus covid-19 terkonfimasi adalah 221.523, kasus meninggal (fatality rate) 8.841, jumlah yang sembuh 158.405 dan yang sedang dalam perawatan 54.277 dari jumlah penduduk 273,49 juta.

"Prosentase kesembuhan bahwa yang sembuh lebih banyak, 71,5%. Ini sudah perbaikan dibandingkan di awal bulan Mei, yang kesembuhan saat itu baru sekitar 15%. Tingkat fatality rate atau yang meninggal sudah turun dari sebelumnya mendekati 9%, sekarang sudah sekitar 4%," kata Airlangga dalam webinar Sarasehan 100 Ekonom, Selasa (15/9).

Perbandingannya sedikit di bawah global yang 72%. Sedangkan untuk fatality rate di global sebesar 3,18% dan Indonesia 3,9%. Dibandingkan dengan Jepang yang hanya melakukan tes kepada mereka yang memiliki gejala, dengan tingkat kesembuhan 88% dan yang meninggal 1,91%. Kemudian tingkat kesembuhan di AS 59,25%, yang meninggal 2,96%.

Di Indonesia, per provinsi tercatat, tingkat kesembuhan tinggi di beberapa kota seperti Gorontalo, Sulawsesi Tengah. Yang terendah angka kesembuhan berada di Aceh 19,23%, yang disebabkan kecilnya jumlah jumlah pengetesan dan monitor di sana.

Di DKI Jakarta, tingkat kesembuhan ada di 76,6%, Jawa Barat 53,79%, dan Banten 69,45%.

Untuk menyetop pandemi, pemerintah berupaya untuk segera memperoleh akses vaksin. Uji klinik vaksin sedang berlangsung, tidak hanya di Indonesia namun juga di Tiongkok, Brasil, Bangladesh dan Turki. Uji klinis diharapkan selesai pada bulan Desember.

Akses vaksin diperoleh Indonesia sebanya 250 juta sampai 300 juta vaksin. Sekarang sebanyak 30 juta vaksin sudah dikomitmen untuk bisa diberikan di kuartal ke-4. Sehingga pada kuartal pertama 2021, Indonesia diharapkan sudah bisa melakukan vaksinasi dengan keberhasilan pengetesan dari clinical trial.

Baca juga: CIMB Niaga Raih Tiga Penghargaan pada ABF Award 2020

Indonesia juga melalui G42, sudah bekerja sama untuk mendapatkan akses dan saat ini sedang dilakukan clinical trial di Uni Emirat Arab, dengan akses vaksin 60-110 juta vaksin. Kerja sama juga dilakukan dengan AstraZeneca, juga dengan Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), Gavi the Vaccine Alliance, untuk mendapatkan vaksin sebagai pelayanan publik. Melalui dua organisasi tersebut harga vaksin bisa hanya US $ 3-5. Sedangkan dengan Sinovac harganya antara US$ 10-20.

"Sedangkan untuk pengembangan vaksin merah putih diharapkan masuk dalam fase ketiga di pertengahan atau kuartal ke-3 di 2021," kata Airlangga. (OL-6)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

IDI dan Menko Perekonomian Sepakati Perlindungan Tenaga Medis

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 23 September 2020, 14:04 WIB
Menko Perekonomian Hartanto Airlangga dan Tim Mitigasi IDI juga sepakat guna menekan rantai penyebaran covid-19, memerlukan kesadaran dan...
AFP

Umrah Dibuka Lagi, Indonesia Tunggu Lampu Hijau dari Arab Saudi

👤Zubaedah Hanum 🕔Rabu 23 September 2020, 13:55 WIB
KERAJAAN Arab Saudi berjanji akan merilis daftar negara yang diizinkan untuk memberangkatkan jemaah...
Ist

JK Pindahkan Sel Punca Cucunya ke Lab Riset di Indonesia

👤Eni Kartinah 🕔Rabu 23 September 2020, 13:49 WIB
Jusuf Kalla beralasan bahwa kualitas yang dimiliki Celltech Stem Cell Laboratory (CSC) yang berada di Jakarta sangat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya