Selasa 15 September 2020, 13:18 WIB

Izin Pembukaan Umrah Belum Diumumkan Secara Resmi oleh Arab Saudi

Siswantini Suryandari | Humaniora
Izin Pembukaan Umrah Belum Diumumkan Secara Resmi oleh Arab Saudi

Adem ALTAN / AFP
Jemaah umrah dari Turki mengenakan masker saat akan menuju ke Tanah Suci Mekkah, Saudi Arabia, 15 Maret 2020.

 

KONSUL Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menegaskan bahwa Arab Saudi hingga saat ini belum mengumumkan secara resmi kapan akan membuka izin penyelenggaraan umrah. Berdasarkan pernyaatan Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi, rencana izin pembukaan kembali pelaksanaan umrah akan diputuskan kemudian.

"Terkait Umrah belum ada pengumuman resmi. Pernyataan Mendagri Saudi menegaskan bahwa rencana izin pembukaan kembali pelaksanaan umrah akan diumumkan secara bertahap, dan akan diputuskan kemudian berdasarkan perkembangan pandemik," jelas Endang dalam keterangan resmi di Jeddah, Selasa (15/9).

"Kami terus mengupdate keputusan Saudi terkait umrah, termasuk mendalami maksud dari pengumuman secara bertahap. Apakah akan dibuka untuk warga lokal terlebih dahulu atau bagaimana. Ini masih kami klarifikasi," lanjutnya.

Menurut Endang, pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Dalam Negeri Kerajaan Saudi lebih pada mengumumkan pembukaan izin penerbangan dan pelabuhan setelah 1 Januari 2021M. Itu pun, lanjut Endang, penetapan atas pencabutan izin tersebut akan diupdate kembali pada 30 hari sebelum 1 Januari 2021M.

"Jika diperlukan, Kementerian Kesehatan dapat mengajukan permintaan untuk menetapkan persyaratan kesehatan preventif bagi penumpang dan transportasi pada saat perjalanan, di terminal bandara, pelabuhan dan stasiun," jelasnya.

baca juga: Masjid di Lokasi Padat Penduduk Harus Ditutup Sementara

Namun demikian, Saudi memberikan pengecualian dengan mengizinkan beberapa kategori warga Saudi untuk bepergian dengan mematuhi ketentuan dan persyaratan. Mereka antara lain: pegawai negeri (sipil dan militer) yang ditugaskan untuk tugas resmi, pegawai pada perwakilan diplomatik, konsulat, serta atase Saudi di luar negeri, pegawai lembaga publik, swasta dan mereka yang memiliki kedudukan pekerjaan di perusahaan di luar Saudi.

Pengecualian lainnya berlaku bagi pengusaha yang bisnisnya menuntut melakukan perjalanan, pasien yang memerlukan perjalanan ke luar Saudi untuk perawatan, serta pelajar yang memerlukan perjalanan ke negara tempat mereka belajar.

"Saudi juga mengizinkan masuknya warga Non-Saudi yang memiliki visa keluar dan masuk kembali, visa kerja, visa izin tinggal, atau visa kunjungan," tandasnya. (OL-3)


 

Baca Juga

ANTARA/Puspa Perwitasari

Kondisi Stabil, Menag Akan Jalani Swab Lanjutan Jumat

👤Siswantini Suryandari 🕔Rabu 23 September 2020, 13:37 WIB
Saturasi oksigen Menteri Agama Fachrul Razi bagus dan kondisi terus membaik. Menag dijadwalkan menjalani swab test covid-19 lanjutan Jumat...
Antara

Ini Tiga Program Prioritas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di 2021

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Rabu 23 September 2020, 13:30 WIB
DPR maupun pemerintah harus memutar pikiran dan memeras tenaga bagaimana agar bisa bersaing dengan negara-negara tetangga, sekaligus...
Ist

Cegah Transmisi Covid-19, Hotel Artotel Group Gandeng Halodoc

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 23 September 2020, 12:09 WIB
Artotel Group berinisiatif untuk berkolaborasi dengan platform digital yang bergerak di bidang kesehatan, Halodoc sebagai mitra dalam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya