Selasa 15 September 2020, 12:40 WIB

Airlangga: Ekonomi Indonesia Berangsur Pulih

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Airlangga: Ekonomi Indonesia Berangsur Pulih

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

 

SEMUA dunia mengalami kontraksi ekonomi akibat pandemi. Beberapa negara Asia terpantau mengalami kontraksi cukup dalam pada kuartal ke-2 2020, seperti Malaysia kontraksi dalam -17,1%, Singapura kontraksi -12,5%, Filipina kontraksi -16,5%, dan India -23,9%. Indonesia termasuk negara yang kontraksi ekonominya rendah dibandingkan negara lain.

Beberapa proyeksi dari lembaga untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 antara lain IMF memprediksi Indonesia akan tumbuh secara year to date (ytd) sebesar -0,3%, dengan outlook 2021 tumbuh sebesar 6,1%.

Baca juga: Dapat Pinjaman PEN Rp1,36 Triliun, Ini yang Dikerjakan PUPR

Sementara, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan Indonesia 0% atau netral di 2020 dan akan 4,8% di 2021. Lalu, Asian Development Bank (ADB) memprediksi Indonesia tumbuh -1% di 2020 dan 5,3% di 2021. Selain itu, Organisation for Economic Co- operation and Development (OECD) memperkirakan Indonesia tumbuh -3,9% sampai -2,8% dan tumbuh menjadi 2,6%-5,2% di 2021.

"Pemerintah sendiri perkirakan pertumbuhan di akhir tahun ini kisaran berada di -1,1% sampai 0,2%. Sedangkan prediksi pemerintah di 2021 di dalam pembahasan APBN 2021 adalah kisaran 4,5%-5,5%," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam webinar Sarasehan 100 Ekonom, Selasa (15/9).

Tren dari global juga mulai menunjukan perbaikan ekonomi. Kebijakan pelonggaran lockdown di beberapa negara telah mempercepat pemulihan ekonomi. Secara keseluruhan kegiatan manufaktur di global juga mulai berkembang.

Dia yakini dengan program pemulihan ekonomi, beberapa aktivitas mulai positif. Hal ini ditunjukkan oleh angka PMI index di atas 50, termasuk di Indonesia di angka 50,8 dari sebelumnya di 27,5. Penjualan kendaraan bermotor juga mulai naik, demikian juga pertumbuhan ritel dan indeks keyakinan konsumen mulai naik ke level 86,9. Ini diikuti inflasi masih rendah yaitu 1,5%.

"Sehingga Indonesia sudah 'pulih' akibat beberapa kegiatan. Namun kami berharap momentum ini bisa dijaga," kata Airlangga.

Beberapa sektor terkait daerah, DKI mengalami tekanan paling dalam yaitu tumbuh -8,22%, Bali -10%, Jawa Timur -5,9%, Jawa Barat -5,8% dan Jawa Tengah -5,94%.

"Beberapa daerah seperti Sumatera Utara, Riau, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan tumbuh di atas perekonomian nasional. Daerah-daerah ini ditopang sektor pertanian atau perkebunan. Bisa dikatakan sektor pertanian dan perkebunan ini yang sedikit terpengaruh oleh pandemi," kata Airlangga.

Beberapa sektor yang bisa menunjang perekonomian saat ini, kata dia, yakni pertanian, kehutanan, perikanan. Sektor yang masih jadi penghela di beberapa daerah seperti pertambangan dan penggalian, lalu industri pengolahan, konstruksi dan perdagangan.

"Ini 5 sektor yang bisa ungkit ekonomi nasional," kata Airlangga. (OL-6)

Baca Juga

MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Ekonom : Skor Human Capital Index Indonesia Masih Mengkhawatirkan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 19 September 2020, 19:49 WIB
"Apalagi hasil studi tersebut sama sekali belum menggambarkan dampak luar biasa dari covid-19," jelas...
Ist/Kementan

Kementan Dukung Pekalongan Tetapkan LP2B di Lahan 19 Ribu Hektare

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 19 September 2020, 18:22 WIB
Kementan mendukung langkah Kabupaten Pekalongan yang menetapkan lahan seluas 19 ribu hektare sebagai Lahan Pertanian Pangan...
Antara/Fakhri Hermansyah

Karyawan Pabrik Sumbang 2% Kasus Positif Covid-19 Indonesia

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 19 September 2020, 17:50 WIB
Agus menuturkan, pada umumnya karyawan pabrik yang terpapar virus korona berasal dari luar lingkungan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya