Selasa 15 September 2020, 08:40 WIB

Kasus Impor Baja ber-SNI Palsu, Polisi Lengkapi Berkas Perkara

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan
Kasus Impor Baja ber-SNI Palsu, Polisi Lengkapi Berkas  Perkara

Istimewa
Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat

 

PENYIDIK Polda Metro Jaya tengah melengkapi petunjuk Jaksa terkait berkas penyidikan kasus Impor besi baja siku berlabel Standar Nasional Indonesia (SNI) palsu dengan kualitas rendah yang ditaksir merugikan negara Rp2,7 triliun. 

Berkas ini sebelumnya telah dikembalikan jaksa atau P-19 dengan sejumlah petunjuk, baik formil maupun material.

Direktur Kriminal Umum Kombes Tubagus Ade Hidayat, menuturkan tim penyidik Polda Metro Jaya sedang melengkapi kembali berkas tersebut berdasarkan petunjuk jaksa.

“Sudah dikirim pemberkasan dan dikembalikan oleh JPU ke penyidik. Sekarang sedang dilengkapi berkasnya,” ungkap Tubagus saat dihubungi. 

Namun, Tubagus enggan membeberkan kekurangan materi pada berkas kasus. “Itu masuk materi penyelidikan, dalam rangka pemenuhan P-19 kami terus lengkapi,” tuturnya.

Jika sudah lengkap, Tubagus mengatakan berkas akan dinyatakan P-21 yang artinya tersangka kasus ini akan disidang.

Sejauh ini, penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka dalam kasus impor besi baja siku berlabel-SNI palsu. 

Polisi juga telah menyita 4.600 ton baja impor dari gudang milik PT Gunung Inti Sempurna (GIS). Polda Metro Jaya sejak Juni 2020 mulai melakukan penyelidikan berdasarkan LP/ 659/ IV/YAN 2.5/2020/SPKT PMJ, tanggal 17 Juni 2020, karena diduga ada pemalsuan SNI dalam kasus itu.

Sebelumnya, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak Polri untuk segera menangkap pelaku utama pemalsuan label  SNI yang berpotensi merugikan negara senilai Rp2,7 trilun. 
  
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menekankan bahwa kasus tersebut harus menjadi perhatian penting pihak penyidik kepolisian.
  
"Karena kasus ini melibatkan komplotan, maka diharapkan penyidik dapat segera menangkap main perpetrator-nya (pelaku utama)," ujar Poengky beberapa waktu lalu.
  
Dalam kasus pemalsuan label SNI besi siku itu, penyidik memang telah mengamankan sejumlah tersangka, namun aktor atau pelaku utamanya masih berkeliaran bebas.

Sebelumnya beberapa kalangan juga mendesak agar pemerintah turun tangan guna menyelesaikan permasalahan baja impor berlogo SNI palsu. Pasalnya, praktek curang seperti itu mengganggu para pelaku usaha di sektor industri baja yang bekerja keras  memenuhi kebutuhan dalam negeri. (J-1) 

Baca Juga

ANTARA/Muhammad Adimaja

Anggota DPRD DKI Sebut Isolasi Mandiri di GOR Lebih Aman

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 25 September 2020, 10:32 WIB
Data per 23 September mencatat kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 4.812, persentase keterpakaiannya sudah sebesar...
MI/Heri S

Dinkes DKI: 26 RS Swasta akan Jadi Rujukan Covid-19

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 25 September 2020, 10:24 WIB
Meski melakukan penambahan kapasitas tempat tidur rawat melalui penunjukkan RS-RS baru sebagai RS rujukan covid, Widyastuti tidak ingin...
ANTARA/Rivan Awal Lingga

DKI Buka Rekrutmen Nakes Periode Kedua

👤Yanti Nainggolan 🕔Jumat 25 September 2020, 10:04 WIB
Terdapat enam tenaga kesehatan yang dibutuhkan yaitu dokter spesialis paru, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis anestesi,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya