Selasa 15 September 2020, 08:09 WIB

AS Larang Produk Tiongkok Hasil Kerja Paksa Muslim Uighur

Faustinus Nua | Internasional
AS Larang Produk Tiongkok Hasil Kerja Paksa Muslim Uighur

AFP/Greg Baker
Tempat yang diduga menjadi lokasi penahanan muslim uighur

 

PEMERINTAH AS akan memblokir berbagai produk Tiongkok yang dihasilkan dari kerja paksa di wilayah Xinjiang, termasuk dari pusat pelatihan yang dicap sebagai kamp konsentrasi untuk minoritas Uighur. Produk seperti kapas, garmen dan elektronik dari perusahaan tertentu di wilayah tersebut dilarang masuk ke pasar AS.

"Pemerintah Tiongkok terlibat dalam pelanggaran sistematis terhadap orang Uighur dan minoritas lainnya," kata penjabat komisaris Badan Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai Mark Morgan, Senin (14/9).

Baca juga: AS Sanksi 11 Perusahaan Tiongkok Atas Pelanggaran HAM Uighur

Menurutnya, kerja paksa adalah pelanggaran hak asasi manusia dan Washington telah memperingatkan hal tersebut. Untuk itu pelarangan masuk produk-produk tersebut sebagai bentuk sanksi AS terhadap pelanggaran Tiongkok.

"Kerja paksa adalah pelanggaran hak asasi manusia yang mengerikan," imbuhnya.

Hubungan dua negara ekonomi terbesar itu terus memanas. AS tidak hanya mengecam pelanggaran HAM di Uighur, tetapi juga terkait Hong Kong, penyebaran virus korona baru, hingga sengketa Laut Cina Selatan.(AFP/OL-5)

Baca Juga

AFP

Joe Biden Lontarkan Insyaallah saat Tanggapi Debat Trump

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 23:04 WIB
Pada saat debat Presiden Amerika Serikat (AS) berlangsung Selasa (29/9) malam, kandidat dari Partai Demokrat Joe Biden terdengar...
James Gilbert / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / AFP

Susi Pudjiastuti akan Berbagi Cerita dengan Mike Tyson

👤Media Indonesia 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 21:10 WIB
"Untuk saya pribadi ini suatu kebanggaan dan surprise luar biasa diberi kesempatan mewawancarai Mike Tyson," kata...
AFP

AS Ancam Blokir Jika Kesepakatan TikTok-Oracle Membahayakan

👤Mediainonesia.com 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 18:40 WIB
Jual-beli antara ByteDance, perusahaan induk TikTok, dengan Walmart Inc dan Oracle Corp belum menemui kesepakatan yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya