Selasa 15 September 2020, 02:45 WIB

Menguat, Wacana Hapus Kelas dalam Kepesertaan JKN-KIS

(Ata/H-2) | Humaniora
Menguat, Wacana Hapus Kelas dalam Kepesertaan JKN-KIS

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.
layanan administrasi kepesertaan JKN-KIS melalui aplikasi Mobile JKN, Chika, Vika guna meminimalisir kunjungan peserta ke kantor cabang

 

DIREKTUR Institut Lingkaran Pendidikan Alternatif (Kapal) Perempuan, Misiyah, meminta BPJS Kesehatan untuk menghapus diskriminasi kelas pada pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Adanya pembedaan kelas pada kepesertaan JKN, menurutnya, akan berpe-ngaruh pada pelayanan kesehatan masyarakat.“Situasi yang kita alami sekarang ialah di satu sisi peserta PBI merasa inferior karena gratis.

Padahal mereka dibayarkan APBN. Ada inferioritas pada dirinya sehingga mereka tidak menuntut hak-haknya,” kata Misiyah di Jakarta, kemarin.

Hal senada diungkapkan Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. Ia meminta adanya aturan terkait pembentukan kelas standar, jangan hanya berfokus pada perbaikan fi sik.

Lebih dari itu, masalah SDM dan pelayanan harus juga ditingkatkan.Saat ini Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) ber-sama sejumlah stakeholder tengah menyusun regulasi terkait pembentukan kelas standar dalam program JKN-KIS sebelum tenggat Desember 2020.

Saat ini ada 2.235 RS di seluruh Indonesia yang menjadi mitra BPJS Kesehatan. Adapun kepesertaan BPJS Kesehatan pada 2020 berada di angka 221.835.244. (Ata/H-2)

Baca Juga

Antara

Ini Jurus Luhut Tekan Pertumbuhan Korona

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 29 September 2020, 21:23 WIB
Per hari ini, Kemenkes mencatat ada 4.002 kasus baru positif covid-19 dalam...
123RF

Inilah Kebutuhan Vitamin untuk Mendukung Daya Tahan Tubuh

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 September 2020, 20:50 WIB
Kebutuhan kedua vitamin C dan B akan lebih tinggi bagi kelompok yang cukup rentan seperti ibu hamil dan masyarakat usia...
Antara

Turun 50 Persen, Kopi Kawa juga Terimbas Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 September 2020, 20:16 WIB
Kopi kawa sudah ada semenjak zaman kolonial Belanda itu agar minuman tradisional tetap terjaga di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya