Selasa 15 September 2020, 00:01 WIB

Kemendikbud Apresiasi Langkah "Ijon" SMK-Industri di Jateng

Syarief oebaidillah | Humaniora
Kemendikbud Apresiasi Langkah "Ijon" SMK-Industri di Jateng

Dok. Pribadi
kerja sama pendidikan vokasi dengan Kawasan Industri kendal di Jawa tengah

 

DIREKTUR Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto mengatakan konsep "ijon" siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) selaras dengan kebijakan "pernikahan massal" vokasi dan dunia industri dan dunia kerja (IDUKA)

"Sistem ijon merupakan perwujudan konsep cerdas dan taktis yang merangkum minimal empat strategi dasar 'pernikahan massal' yang diharmonisasikan dengan pemaknaan kearifan lokal yang mudah dipahami dan dicerna oleh seluruh pihak dan pemangku kepentingan," ujar Wikan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (14/9).

Wikan mengapresiasi kerja sama pemerintah provinsi Jawa Tengah dengan Kawasan Industri Kendal (KIK) yang di dalamnya termasuk pengembangan sistem "ijon" siswa SMK.

"Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi seluruh pimpinan pemerintah provinsi yang turut mempercepat implementasi tuntas kebijakan dan gerakan 'pernikahan massal; dunia pendidikan dengan dunia industri serta dunia kerja (IDUKA), yang digalakkan kembali, termasuk oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi," tambah dia.

Baca juga : AFT Godok Guru Masa Depan

Dia menambahkan sistem "ijon" yang didorong agar terwujud di KIK sangat selaras dengan beberapa strategi dasar "pernikahan massal" yang dilakukan bersama oleh satuan pendidikan vokasi dengan IDUKA, yaitu sinkronisasi kurikulum, menghadirkan guru atau tamu dari kalangan industri minimal 50 jam per prodi dalam setiap semesternya, program magang atau prakerin minimal satu semester di IDUKA, serta uji kompetensi atau sertifikasi kompetensi bagi seluruh lulusan vokasi, dan bagi guru dan dosen vokasi.

Wikan berharap sinergi semua pemangku kepentingan akan mempercepat dampak positif dan signifikan sehingga dapat melahirkan lulusan vokasi yang kompeten dan unggul.

"Lulusan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan IDUKA, yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bangsa," tuturnya/

Wikan menambahkan "pernikahan massal" akan menguntungkan seluruh pihak, khususnya pihak IDUKA, serta masa depan dan karir lulusan di dunia kerja. (Ant/OL-7)

Baca Juga

MI/SUMARYANTO

Masyarakat Sambut Baik Rencana Pengendalian Harga Swab Test

👤Nur Azizah 🕔Selasa 29 September 2020, 12:17 WIB
BPKP telah memberikan estimasi harga tes usap atau swab sekitar Rp439 ribu. Harga itu khusus untuk pasien yang bersifat...
Ist

IAI Gelar Seminar Desain RS dan Sekolah Masa Depan Terkait Pandemi

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 September 2020, 12:10 WIB
Seminar tersebut menghadirkan seorang narasumber internasional (diaspora) Prof. Dr. Huang Xiqiu, Kepala Tim Penasehat Teknik RS...
ANTARA/Basri Marzuki

Tidak Perlu Panik tentang Kajian Potensi Gempa

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 September 2020, 11:38 WIB
Skenario yang disampaikan tidak serta merta memberikan informasi kejadian gempa dan tsunami di selatan Jawa akan terjadi besok atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya