Senin 14 September 2020, 23:35 WIB

KLHK Tindak Jaringan Perdagangan Daring Cula Badak & Gading Gajah

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
KLHK Tindak Jaringan Perdagangan Daring Cula Badak & Gading Gajah

MI/Ferdian Ananda Majni
Ilustrasi cula badak

 

DIREKTORAT Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menindak perdagangan daring yang menjajakan bagian-bagian satwa liar yang dilindungi berupa cula badak dan pipa rokok terbuat dari gading gajah di dua tempat yaitu di Sukoharjo dan Kota Surakarta , Jawa Tengah pada Minggu (13/9).

Direktur Pencegahan dan Pengamanam Hutan Gakkum KLHK Sustyo Iriyono mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus perdagangan bagian-bagian satwa liar dilindungi ini berawal dari hasil penelusuran Tim Siber Patrol Perdagangan TSL Ditjen Gakkum secara daring dan bekerjasama dengan penggiat penyelamatan satwa liar dilindungi.

"Penelusuran tersebut dilakukan oleh Gakkum KLHK sejak September 2019 terhadap akun facebook TS yang telah memposting perdagangan bagian-bagian satwa yang dilindungi berupa cula badak," kata Sustyo dalam keterangan tertulis, Senin (14/9)

Kemudian Tim Gakkum KLHK, didukung Polres Sukorharjo dan Polresta Surakarta mengamankan barang bukti diduga Cula Badak 1 buah dan pelaku berinisial 5 orang  di Sukoharjo. Para pelaku tersebut dengan inisial adalah TS 39, ASG 59 , AS 41, SS 57, dan LGN 24.

Selanjutnya Tim melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan pelaku MS (52 Th) selaku pemilik Kios TP Pusat Batu Permata, Solo serta barang bukti berupa 1 buah cula badak dan 16 buah pipa rokok yang diduga berasal dari gading gajah Sumatera.

Baca juga : Ratusan Tukik Dilepasliarkan di Pantai Sodong

Tim Operasi mengamankan pelaku dan barang bukti ke Polres Sukoharjo, serta melakukan pemeriksaan terhadap 6 pelaku. Penyidik PNS Gakkum KLHK akan melakukan uji DNA forensik terhadap cula badak dan pipa rokok tersebut. Uji DNA forensik ini untuk memastikan cula badak dan gading gajah tersebut berasal dari bagian-bagian satwa liar yang dilindungi undang-undang.

Berdasarkan keterangan sementara dari pelaku, 2 buah cula badak akan dijual seharga Rp150 juta, 16 buah Pipa Rokok yang diduga terbuat dari gading gajah dihargai Rp75 juta.

Sustyo menegaskan, para pelaku akan dijerat dengan Pasal 21 ayat (2)  huruf d  jo Pasal 40 ayat (2), Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

"Kami harapkan agar pelaku kejahatan terhadap satwa ini harus dihukum seberat-beratnya, agar ada efek jeranya," tambah Sustyo. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA

Ria Miranda Rilis Koleksi Baru Elea Bertema Bunga Setaman

👤MI 🕔Senin 21 September 2020, 03:45 WIB
DESAINER muslim berdarah Minang, Ria Miranda, 35, merilis koleksi barunya Fall 2020 bernama Elea yang terinspirasi dari berbagai...
Dok. Istagram@SEOYEJI

Seo Ye-Ji Sembuh dari Trauma karena Peran Moon Young

👤MI 🕔Senin 21 September 2020, 03:15 WIB
AKTRIS Korea Selatan, Seo Ye-ji, 30, mengaku sembuh dari trauma karena...
MI/Tosiani

Isyana Sarasvati Makin Rajin Masak

👤Zubaedah Hanum 🕔Senin 21 September 2020, 02:55 WIB
DI akun Instagram-nya, penyanyi Isyana Sarasvati, 27, lebih sering memegang kibor atau piano daripada...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya