Senin 14 September 2020, 22:45 WIB

Uji Vaksin Covid-19 Sputnik V, Rusia Rekrut 55 Ribu Relawan

Mediaindonesia.com | Internasional
Uji Vaksin Covid-19 Sputnik V, Rusia Rekrut 55 Ribu Relawan

FP/Douglas Magno
Ilustrasi: Peneliti sedang melakukan riset vaksin untuk covid-19.

 

Rusia telah mengumpulkan sebanyak 55.000 orang relawan yang bersedia ikut serta dalam pengujian klinis vaksin covid-19, demikian menurut Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) sebagai pengelola program pengembangan vaksin bernama Sputnik V itu.

"Dalam waktu dua pekan saja, 55.000 relawan telah berhasil direkrut di Moskow--lebih dari yang diperlukan, yakni sebanyak 40.000 untuk fase uji klinis Sputnik V setelah (vaksin ini) terdaftar," kata Pemimpin  Eksekutif RDIF, Kirill Dmitriev, di Jakarta, Senin (14/9).

RDIF bersama Institut Gamaleya, lembaga penelitian vaksin Rusia, memulai proses uji klinis tahap III untuk mengkaji kemanjuran, kemunculan respons imun, serta keamanan Sputnik V sejak akhir Agustus lalu.

Baca juga : https://mediaindonesia.com/read/detail/330255-eijkman-impor-vaksin-covid-19-untuk-penanganan-jangka-pendek

Pada 20 Agustus 2020, Wakil Direktur Kinerja Ilmiah Institut Gamaleya dr. Denis Logunov mengatakan bahwa serangkaian uji klinis yang dilakukan terhadap vaksin itu telah menunjukkan hasil yang menjanjikan, tanpa efek samping berarti.

"Terlepas dari hal itu, sertifikat izin ini mewajibkan kami untuk menjalankan uji klinis lanjutan yang lebih luas, dan nampaknya kami mempunyai protokol besar untuk 40.000 orang peserta," kata Logunov ketika itu.

Rusia berulang kali meyakinkan bahwa vaksin yang dikembangkan dengan basis human adenovirus itu, sejauh ini, terbukti aman.

"Lebih dari 250 uji coba klinis telah dilakukan dan lebih dari 75 publikasi internasional telah dikeluarkan untuk mengonfirmasi keamanan vaksin dan obat-obatan medis dari human adenovirus," kata Dmitriev dalam pernyataan yang sama.

Walaupun demikian, sejumlah kritik dilontarkan terhadap pengembangan Sputnik V, baik dari politisi maupun pakar kesehatan negara-negara lain, mengenai transparansi data hasil uji coba hingga jaminan keamanan vaksin tersebut. (Ant)

Baca Juga

AFP/Anthony Wallace

Pandemi Sebabkan Pertumbuhan Ekonomi Terendah dalam 50 Tahun

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 September 2020, 19:00 WIB
38 juta orang diperkirakan akan terdorong kembali ke dalam...
Dok. Youtube

Tegas Hadapi PM Vanuatu, DPR Apresiasi Sikap Diplomat RI

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 29 September 2020, 14:54 WIB
Pernyataan Silvany Austin terhadap PM Vanuatu dinilai mewakili perasaan dan sikap masyarakat Indonesia. Apalagi, pernyataan PM Vanuatu soal...
AFP

Lawan Covid-19, Sekjen PBB Serukan Solidaritas

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 29 September 2020, 14:23 WIB
Dengan kasus kematian akibat covid-19 lebih dari 1 juta orang, Antonio Guterres mengingatkan semua pihak untuk bekerja sama dan disiplin...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya