Selasa 15 September 2020, 00:35 WIB

WHO Catat Rekor Lonjakan Harian Covid-19 Global

WHO Catat Rekor Lonjakan Harian Covid-19 Global

AFP
WHO catat rekor lonjakan harian covid-19 global

 

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan rekor lonjakan kasus harian virus korona global pada Minggu (13/9), dengan total 307.930 dalam 24 jam. 

Peningkatan kasus baru tertinggi berasal dari India, AS, dan Brasil. Kasus kematian naik 5.537 menjadi total 917.417. India melaporkan 94.372 kasus baru, diikuti AS dengan 45.523 infeksi baru, dan Brasil dengan 43.718. 

Baik AS dan India masingmasing melaporkan lebih dari 1.000 kematian baru dan Brasil melaporkan 874 nyawa hilang dalam 24 jam terakhir. Rekor WHO sebelumnya untuk kasus baru adalah 306.857 pada 6 September. Badan tersebut juga melaporkan rekor 12.430 kematian pada 17 April.

Adapun, India memimpin dunia dalam kasus baru yang dilaporkan setiap hari. Negara di Asia Selatan itu mencetak rekor global minggu lalu dengan 97.570 kasus yang dilaporkan dalam satu hari.

Di beberapa bagian India, persediaan oksigen medis mulai menipis. Hal itu lantaran total kasus yang melebihi 4,75 juta dengan persediaan medis yang belum maksimal. India sedang mempertimbangkan untuk memberikan otorisasi darurat untuk vaksin covid19, terutama untuk orangtua dan orang-orang di tempat kerja yang berisiko tinggi.

“India sedang mempertimbangkan otorisasi darurat untuk vaksinasi covid-19,” kata Menteri Kesehatan Harsh Vardhan. “Jika ada konsensus, kami dapat melanjutkannya, terutama dalam kasus warga senior dan orang yang bekerja di lingkungan berisiko tinggi.”

Infeksi covid-19 masih meningkat di 58 negara, termasuk lonjakan di Argentina, Indonesia, Maroko, Spanyol, dan Ukraina. Kasus baru masih tinggi di AS, meski sempat turun sekitar 44% dari puncak kasus dengan lebih dari 77.000 kasus baru pada 16 Juli. Kasus di Brasil juga cenderung menurun.

Israel akan memberlakukan lockdown nasional baru untuk menahan penyebaran covid-19. Pembatasan ketat mulai berlaku pada tahun baru Yahudi. Penguncian kedua di negara itu dimulai pada Jumat (18/9) depan dan berlangsung setidaknya tiga minggu.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan langkahlangkah itu akan “Memberi dampak besar pada kita semua,” tetapi negara itu menghadapi lonjakan dengan 4.000 infeksi baru setiap hari.

Menteri Perumahan Yaakov Litzman, yang memimpin sebuah Partai Yahudi Ultra-Ortodoks, mengatakan tindakan itu akan menghalangi orang-orang Yahudi merayakan festival keagamaan mereka, termasuk Yom Kippur, hari tersuci dalam kalender Yahudi, pada 27 September. Dia juga mengancam akan menarik partainya keluar dari koalisi pemerintahan. (Van/Hym/CNA/BBC/I-1)
 

Baca Juga

AFP/Anthony Wallace

Pandemi Sebabkan Pertumbuhan Ekonomi Terendah dalam 50 Tahun

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 September 2020, 19:00 WIB
38 juta orang diperkirakan akan terdorong kembali ke dalam...
Dok. Youtube

Tegas Hadapi PM Vanuatu, DPR Apresiasi Sikap Diplomat RI

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 29 September 2020, 14:54 WIB
Pernyataan Silvany Austin terhadap PM Vanuatu dinilai mewakili perasaan dan sikap masyarakat Indonesia. Apalagi, pernyataan PM Vanuatu soal...
AFP

Lawan Covid-19, Sekjen PBB Serukan Solidaritas

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 29 September 2020, 14:23 WIB
Dengan kasus kematian akibat covid-19 lebih dari 1 juta orang, Antonio Guterres mengingatkan semua pihak untuk bekerja sama dan disiplin...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya